GPRA Bidik Pertumbuhan Kinerja Hingga 10 Persen
:
0
The Botanica Signature Padjadjaran Bogor, salah satu proyek strategis PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA). Foto: Botanica Signature
EmitenNews.com - PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) membidik pendapatan dan laba bersih tumbuh hingga 5-10 persen di tahun 2026. Emiten properti itu optimis, kendati sejumlah tantangan membuat harga material bangunan meningkat.
Direktur GPRA, Arvin F Iskandar mengungkapkan di tengah situasi pasar yang dinamis, menuntut perseroan bergerak lebih terukur. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memicu lonjakan harga material, ditambah lagi dengan pemulihan keputusan pembelian masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
“Kebutuhan hunian itu tetap ada, karena itu perseroan mengedepankan ketepatan dalam menentukan arah pengembangan usaha,” ujar Arvin dikutip dari keterbukaan informasi (2/7).
Sepanjang tahun 2025, GPRA berhasil mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp454,29 miliar dengan laba bersih mencapai Rp83,97miliar.
Penjualan rumah tapak (landed house) dan rumah toko (ruko) menyumbang angka terbesar, yakni sekitar Rp272,37 miliar atau setara 59,96 persen dari total pendapatan.
“Kinerja tersebut menegaskan bahwa segmen residensial masih menjadi penggerak utama usaha Perseroan,” tutur Arvin.
Guna mempertahankan tren positif itu, GPRA telah meluncurkan beberapa proyek strategis. Di antaranya Cluster Orchid di Perumahan Metro Cilegon serta melanjutkan pengembangan di Puri Semanan Residence Jakarta Barat, The Botanica Signature Padjadjaran Bogor, The Botanica Cibubur, dan Bukit Cimanggu City Bogor melalui Cluster Savana Botheo, Cluster Llanos Phase 2, dan Cluster Monteverde.
Selain itu, GPRA juga terus memperkuat kontribusi pendapatan berulan atau recurring income melalui lini bisnis hospitality.
“Pendekatan ini memungkinkan Perseroan menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus membangun nilai jangka panjang melalui disiplin dalam menjalankan strategi dan konsistensi dalam eksekusi,” pungkasnya.
Related News
Emtek (EMTK) Lepas Saham, Kendali atas ACA Kini di Yuslinda Nasution
Pemegang Saham Wahana Inti Makmur (NASI) Ini Perbesar Porsinya
Dari Anak Usahanya, Emiten TP Rachmat Terima Dividen Rp786 Miliar
Transformasi Tuntas, Rekor Tertinggi Nasabah BSI (BRIS) jadi 24,3 Juta
Direktur ELSA Hera Handayani Mundur Jelang RUPS Permintaan PHE
Usai Mundur dari Direksi, Yuslinda Beli Penuh Perusahaan IT Milik EMTK





