Grup Sinarmas Perkuat Ekosistem AI, dan Infrastruktur Digital
:
0
Ilustrasi ekosistem AI & Infrastruktur Digital Grup Sinarmas. Foto - Dok DSSA
EmitenNews.com - Dian Swastatika Sentosa (DSSA) medio 2026 membukukan pendapatan usaha USD1,77 miliar, tumbuh 34 persen dari episode sama tahun lalu USD1,32 miliar. Seiring pertumbuhan itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melejit 79,6 persen menjadi USD174,4 juta. DSSA mencatat total aset USD6,08 miliar, dan posisi ekuitas USD3,05 miliar.
”Kinerja itu mencerminkan konsistensi strategi diversifikasi. Pertumbuhan kebutuhan data, konektivitas, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial menjadi pendorong utama pengembangan bisnis digital. Melalui penguatan infrastruktur digital terintegrasi, mulai jaringan serat optik, pusat data, hingga solusi berbasis AI, kami berkomitmen mendorong pemerataan akses teknologi Indonesia, sekaligus menjaga kekuatan sektor energi sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan," ujar L. Krisnan Cahya, Presiden Direktur DSSA.
Transisi Energi dan Pemerataan Akses Teknologi
Kinerja tumbuh di tengah dua tren besar tengah membentuk perekonomian Indonesia. Pesatnya, adopsi kecerdasan artifisial (AI) mendorong lonjakan kebutuhan akan pusat data, dan konektivitas berkapasitas tinggi, yang hingga kini sebagian besar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Saat bersamaan, arah pembangunan ketenagalistrikan nasional makin bertumpu pada energi baru terbarukan.
Kedua tren tersebut menegaskan pertumbuhan ekonomi digital butuh pasokan energi bersih andal, dan tersebar merata. Dalam konteks itu, kinerja Grup Sinarmas itu, ditopang model bisnis terdiversifikasi, di mana setiap pilar saling menopang satu sama lain. Pilar energi, melalui pertambangan, dan perdagangan batu bara, membukukan pendapatan USD1,53 miliar atau tumbuh 29,8 persen, dan tetap menjadi sumber arus kas kokoh.
Pilar teknologi dan infrastruktur digital membukukan pendapatan USD182,2 juta atau tumbuh 89,3 persen. Arus kas bisnis energi memberi ruang untuk berinvestasi pada energi terbarukan, dan infrastruktur digital, sementara pertumbuhan ekonomi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), membutuhkan pasokan energi andal, dan makin bersih.
Di pilar energi, DSSA terus mengembangkan energi baru dan terbarukan. Melalui Daya Mas Bumi Sentosa, perusahaan patungan bersama FirstGen Geothermal Indonesia, DSSA mengembangkan wilayah kerja panas bumi mayoritas di luar Pulau Jawa. Sementara itu, PT Trina Mas Agra Indonesia memproduksi sel dan modul surya dalam negeri untuk mendukung program pembangkit listrik tenaga surya pemerintah.
Kedua inisiatif tersebut diarahkan untuk memperluas akses terhadap energi bersih andal, dan merata hingga ke berbagai wilayah Indonesia. Di pilar teknologi, MoraRepublic mempercepat ekspansi pascapenggabungan dengan memperluas jaringan fiber to the home ke 186 kota, dan kabupaten. Untuk menjangkau wilayah belum terlayani jaringan kabel, MoraRepublic menghadirkan MyRepublic Air.
Yaitu, layanan internet rumah berbasis fixed wireless access (FWA) dengan harga terjangkau mulai Rp100 ribu per bulan, menyasar kota lapis kedua, dan ketiga di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Layanan itu, menjadi wujud komitmen menghadirkan internet terjangkau bagi rakyat sekaligus mempercepat pemerataan akses digital di luar Pulau Jawa.
Integrasi jaringan tulang punggung, termasuk Palapa Ring Paket Barat dan Paket Timur, dengan jaringan hingga ke rumah pelanggan menjadikan MoraRepublic penyedia konektivitas terintegrasi dari hulu ke hilir. Di sisi komputasi, SM+ bersama Korea Investment Real Asset Management (KIRA) dan LG Sinar Mas tengah merampungkan SMX01, pusat data AI-ready di kawasan pusat bisnis Jakarta telah mencapai tahap topping off, dan ditargetkan siap beroperasi pada kuartal IV 2026.
Related News
Jumlah Mobil Baru Melonjak, ASLC Integrasikan Ekosistem Mobkas
3 Konglo Masuk Wantimpres, Saham Jusuf Hamka (CMNP) Paling Ngegas 5%
Sabet Best Technology EmitenNews Awards 2026, MTDL Perkuat Inovasi ini
Pefindo Tarik Peringkat OTO Usai Merger dengan SOF
Emiten Ini Pinjam ke Pemegang Saham untuk Lunasi Utang ke Bank
KIJA Akuisisi Kawasan Industri di Jawa Tengah





