EmitenNews.com - Andi Syamsuddin Arsyad alias H Isam meramaikan persaingan orang terkaya nusantara. Itu menyusul akuisisi 10 miliar saham Bayan Resources (BYAN) besutan Low Tuck Kwong. Saham setara 30 persen itu, diambilalih dari Low Tuck Kwong, dan putri kesayangannya Elaine Low.

Akuisisi saham sebanyak itu, diluar ekspektasi pasar. Tersebab, sebelumnya digembar-gemborkan H Isam akan mengangkut 62,25 persen alias 20,79 miliar saham BYAN senilai Rp300 triliun dengan harga pelaksanaan mengacu harga saham BYAN di kisaran Rp14.400 per lembar.

Target akuisisi menyasar 13,46 miliar helai atau 40,25 persen saham milik Dato Low Tuck Kwong, dan 22 persen alias 7,33 miliar saham Elaine Low. Namun, pada akhirnya, H Isam hanya menjala 10 miliar helai setara 30 persen saham BYAN. Pembelian dilakukan melalui Jhonlin Baratama, entitas Jhonlin Group besutan H Isam.

Angkut Separo dengan Harga Sadis?

Transaksi itu, ditandai dengan teken perjanjian jual beli bersyarat atau conditionalsale and purchase of shares agreement (CSPA) telah diteken pada 16 September 2026. Teken perjanjian jual beli sebanyak 10.000.000.500 saham BYAN itu melibatkan Low Tuck Kwong, dan Elaine Low dengan Jhonlin Baratama.

Penuntasan transaksi itu, tunduk pada pemenuhan sejumlah persyaratan, dan kondisi-kondisi pendahuluan (conditions precedent). ”Setelah penyelesaian transaksi, dan terpenuhinya atau seluruh syarat pendahuluan, PJhonlin Baratama akan memiliki 10 miliar saham biasa perseroan,” tegas Jenny Quantero, Direktur BYAN.

Sayangnya, transaksi teken jual beli tersebut tidak mengungkap secara detail berapa nilai transaksi tersebut. Namun, kalau mengacu harga saham BYAN pada penutupan perdagangan Rabu, 16 Sepetember 2026 di level Rp11.450 per helai, maka transaksi itu bernilai sekitar Rp114,5 triliun.

”Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan,” tegasnya.

Garansi Bebas Force Majeure

Kedatangan H Isam menjadi angin segar bagi BYAN. Sebab kala saham menghadapi tekanan hebat, BYAN tercebur dalam keadaan kahar alias force majeure. Nah, dengan jaringan, dan pengaruh H Isam sampai lingkaran dinding istana, kondisi BYAN akan kembali normal. Caranya, hanya H Isam yang tahu.