Hadapi Gugatan! Saham PTDU Ngacir ARA di FCA
:
0
Ilustrasi: salah satu proyek apartemen garapan PTDU
EmitenNews.com - PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) memberikan penjelasan resmi terkait perkara wanprestasi yang tercantum dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 794/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst. Gugatan tersebut diajukan oleh PT KA Properti Manajemen.
Heru Putranto Direktur Utama PTDU dalam keterangannya Selasa (25/11), menyampaikan bahwa gugatan wanprestasi tersebut pertama kali diketahui oleh manajemen pada 20 November 2025.
Heru menjelaskan bahwa perkara ini pada dasarnya berkaitan dengan adanya perbedaan penafsiran kewajiban dalam hubungan kontraktual antara PT KA Properti Manajemen dan perseroan.
Perkara tersebut kini telah resmi terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan dijadwalkan menjalani sidang perdana pada 26 November 2025.
Perseroan menegaskan bahwa mereka beritikad baik untuk menyelesaikan perselisihan ini secepatnya melalui jalur musyawarah dan penyelesaian damai sesuai ketentuan yang berlaku.
PTDU juga memastikan bahwa perkara ini tidak mengganggu hubungan kerja sama dan tidak mempengaruhi operasional kegiatan usaha perseroan.
Berdasarkan asesmen awal, bahwa perkara wanprestasi tersebut tidak memberikan dampak terhadap operasional perseroan.
Selain itu, tidak terdapat informasi material lain yang berpotensi mempengaruhi harga saham perseroan dan belum diungkapkan kepada publik.
Pada perdagangan hari ini Selasa (25/11) saham PTDU di FCA melonjak 8,33 persen atau menyentuh ARA ke level Rp39 per saham. Dalam seminggu terakhir naik 39,2 persen dari harga Rp28 pada 19 November 2025.
Dalam sebulan terakhir terbang 129 persen dari Rp17 pada 27 Oktober 2025. Dalam enam bulan naik 129,4 persen dari harga Rp17 pada 26 Mei 2025.
Related News
DSSA Lepas 9,63 Miliar Saham Treasury Mulai 10 Agustus, Siap Tampung?
Harga Rights Issue AHAP Rp50, Anthoni Salim via ACA Serap Rp109,5M
VISI Lunasi Utang BCA Usai Raffi-Nagita Masuk, Liabilitas Turun 82%
ABMM Kebut Produksi Tambang Aceh, Laba Semester I Melonjak 42 Persen
APLN Agresif Pangkas Utang, Kinerja Semester I Ikut Melonjak
Pendapatan KIJA Susut 11 Persen, Recurring Income Malah Dominan





