EmitenNews.com - Emiten roti, PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI) periode 2021 mentabulasi penjualan Rp3,29 triliun, naik 2,4 persen dibanding 2020. Itu kemudian membuat laba meningkat 30,8 persen secara tahunan alias year on year (yoy). 


Sayangnya, Nippon Indosari tidak merinci angka laba yang dicatat perseroan. Tahun lalu, perseroan menghadapi aneka tantangan, baik pandemi Covid-19, dan tekanan kenaikan harga bahan baku dipicu harga komoditas global. Namun, Sari Roti terus mempertajam strategi penjualan, melakukan pengelolaan proses produksi dengan optimal. ”Kami tidak hanya fokus pada area perumahan dan wilayah sekitar perkotaan, tapi juga memperluas wilayah distribusi,” tutur Direktur Nippon Indosari Corpindo Arlina Sofia.


Efeknya, penjualan dari barat dan timur meningkat 10 persen, jauh lebih tinggi dari pada wilayah tengah. Hanya, wilayah tengah tetap mendominasi, dengan kontribusi 56,7 persen terhadap total penjualan 2021. Selain itu, perseroan juga berhasil meluncurkan sejumlah produk baru yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di masa Pandemi. 


Perseroan telah melakukan berbagai inisiatif pengelolaan proses produksi, operasional sehingga mampu meningkatkan profitabilitas, dan kinerja keuangan. Harga bahan baku naik menekan laba kotor. Namun, margin laba bersih menjadi 8,6 persen dari sebelumnya 6,7 persen. Capaian kinerja 2021 diharap memperkuat landasan untuk mengejar kinerja sepanjang tahun ini. 


Awal 2022 pandemi Covid-19 varian Omicron tampak berkelanjut, dan gejolak harga komoditas dunia membayangi operasional Sari Roti. Perseroan tetap optimis, dan berkomitmen melakukan analisa usaha secara komprehensif, dan berkala untuk menetapkan strategi mempertahankan pertumbuhan keberlanjutan. (*)