EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) memulai pembangunan 26 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pembangunan itu, didanai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) senilai Rp2,4 miliar.

Program ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, Gubernur Malut Sherly Tjoanda, dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, di Desa Domato, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat. Malut menjadi salah satu daerah dengan prospek ekonomi paling menjanjikan di Indonesia.

Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi provinsi Malut mencapai 19,64 persen, tertinggi secara nasional, ditopang sektor industri pengolahan tumbuh 37 persen, peningkatan investasi, dan pembentukan modal tetap bruto 17,75 persen. Tahun sebelumnya, Malut juga mencatat produk domestik regional bruto sekitar Rp133,6 triliun dengan per kapita mencapai Rp97 juta.

Kondisi tersebut menunjukkan potensi ekonomi daerah terus berkembang, didukung sektor hilirisasi nikel, pertambangan, perikanan, perkebunan hingga rempah-rempah. “Pertumbuhan ekonomi tinggi akan diikuti lonjakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan maupun infrastruktur. Karena itu, BTN tidak hanya hadir sebagai bank, tetapi juga mendukung digitalisasi keuangan pemerintah, memperkuat sistem ekonomi, dan pelayanan publik,” tutur Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu.

Ia menambahkan, BTN telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Malut, termasuk penandatanganan perjanjian kerja sama dengan RSUD Chasan Boesoirie Ternate untuk mendukung digitalisasi transaksi keuangan, dan layanan perbankan bagi pegawai rumah sakit. Selain itu, BTN menyalurkan CSR berupa pembangunan 26 unit RTLH sebagai bagian dari komitmen mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi tempat tumbuhnya keluarga. Rumah yang layak akan mendukung pendidikan anak, meningkatkan kualitas hidup, bahkan berdasarkan studi mampu menekan angka kriminalitas,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Malut Sherly Tjoanda menegaskan rumah layak huni merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang sehat, aman, dan bermartabat. “Rumah layak menjadi fondasi kehidupan. Dari keluarga kuat akan lahir desa kuat, kabupaten kuat, provinsi kuat, hingga negara kuat,” ujar Sherly.

Sherly mengapresiasi kontribusi BTN melalui penyaluran CSR senilai Rp2,4 miliar untuk pembangunan 26 unit RTLH. Ia berharap kolaborasi pemerintah dan sektor perbankan terus diperkuat dalam mendukung pembangunan daerah. (*)