Harga Meroket 300 Persen, Emiten Grup Bakrie Kena Gembok Lagi!
:
0
Manajemen emiten MDIA dalam suatu aksi korporasi. Foto: MDIA.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membekukan sementara perdagangan saham PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA). Ini merupakan suspensi kedua bagi MDIA dalam sebulan terakhir.
Penghentian perdagangan diberlakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi Pra-Pembukaan, Kamis 13/8/2026 sampai ada pengumuman lebih lanjut.
Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan menjelaskan suspensi kali ini dipicu reli harga kumulatif MDIA yang signifikan.
"Penghentian saham ini dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi Pra-Pembukaan tanggal 13 Agustus 2026 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut," ujar Endra, Rabu 12/8.
Sebelumnya, BEI juga sempat mensuspend MDIA pada 5 Agustus 2026 dengan alasan yang sama. Adapun, dalam kasus suspensi tahap kedua ini biasanya memakan waktu lebih dari sehari bursa dan diperkirakan akan mengalami penguncian hingga sepekan ke depan hingga cukup meredam volatilitas saham MDIA.
Aksi akumulasi saham MDIA memang luar biasa dalam 2 pekan terakhir. Pada 29 Juli 2026 saham ini masih parkir di Rp130. Sehari setelahnya, 30 Juli 2026, MDIA langsung Auto Reject Atas atau ARA 34,62% ke level Rp175.
Momentum penguatan berlanjut. Pada penutupan 12 Agustus 2026, MDIA ditutup di Rp280 atau menguat 13,82%. Secara total, dalam 10 hari bursa MDIA sudah melesat 115,38% dari Rp130 ke Rp280 dengan nilai transaksi Rp277,20 miliar.
Lebih dahsyat lagi, apabila ditarik sejak sebulan terakhir harganya masih di Rp70 per saham. Hingga terakhir diperdagangkan di Rp280 per lembar, Saham MDIA telah reli pesat dan terbang setinggi 300%.
BEI mengimbau pelaku pasar agar terus mencermati setiap keterbukaan informasi dari perseroan.
Related News
Kaji Capex Rp1T, Kalbe Farma (KLBF) Bahas Tekanan Rantai Pasok Global
BEI Suspensi Dua Saham, Salah Satunya Milik Haji Isam (JARR), Ada Apa?
Investor Meradang, Emiten Raffi-Nagita (RANS) Ungkap Fakta ini
Investindo Arya Juga Kurangi Porsi Saham di Emiten TP Rachmat (TAPG)
UKM Berkembang Positif, Sektor Produktif jadi Penopang Pertumbuhan
Usai Degradasi MSCI, Saham CPIN Dilepas Derivatif UBS London Rp11,4M





