Harga Minyak Ogah Turun, IHSG Alami Aksi Jual Lanjutan
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup melemah. Itu dipicu koreksi emiten pembuat piranti lunak, dan lonjakan harga minyak mentah. IBM anjlok 8,25 persen, dan ServiceNow merosot 17,75 persen setelah merilis kinerja keuangan kuartal pertama tahun ini. Pendapatan dan laba bersih IBM melampaui ekspektasi.
Namun membuat kecewa investor karena IBM mempertahankan panduan kinerja tahun ini. Sementara itu, ServiceNow melaporkan pertumbuhan pendapatan dari pelanggan terdampak konflik geopolitik Timur Tengah. Di sisi lain, harga minyak mentah pada perdagangan kemarin meningkat.
Lompatan harga minyak itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menginstruksikan angkatan laut Amerika untuk menghancurkan tanpa ampun setiap perahu yang memasang ranjau di selat Hormuz. Pelemahan indeks Wall Street, dan aksi jual asing masif diprediksi menjadi sentimen negatif indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh sebab itu, IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan kisaran support 7.275-7.170, dan resistance 7.485-7.590. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan investor menjala saham ?ELSA, JPFA, DSNG, MEDC, ENRG, dan INDY sebagai bahan koleksi. (*)
Related News
Perdana! Generali Indonesia Geber Generali Lion Heart Run 2026
H-1 Market Review MSCI, Bisakah Indonesia Bertahan di Emerging Market?
Perkuat Ekosistem Digital, Bale by BTN Gandeng Rumah123
IHSG Gagal Menghijau, Saham Emiten Prajogo Pangestu Kompak Tersungkur
Platform Kripto PINTU Sabet Emas Lagi di 2026
Garap Komunitas Esports, IPOT Mitra Utama Kapolda Jateng Cup 2026





