IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

Harga Timah Melambung, Laba Timah (TINS) Tumbuh 87 Persen Sundul Rp1,14 Triliun

09/11/2022, 08:00 WIB

Harga Timah Melambung, Laba Timah (TINS) Tumbuh 87 Persen Sundul Rp1,14 Triliun

EmitenNews.com—PT Timah Tbk(TINS) berhasil membukukan laba bersih Rp1,146 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2022, naik 87 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp612 miliar.


Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Fina Eliani menjelaskan, Kenaikan kinerja ini didorong oleh meningkatnya harga jual logam timah, efisiensi di seluruh rantai bisnis, penurunan interest bearing debt dan konsistennya peningkatan kinerja anak usaha segmen non pertimahan.


“Meski volume penjualan menurun, Perseroan mencatatkan harga jual rerata logam timah pada 9M22 sebesar USD35.026 per metrik ton, naik 16 persen dibandingkan periode 9M21 sebesar USD30.158 per metrik ton,” papar dia kepada media, Rabu(9/11/2022).


Ia merinci, produksi bijih timah pada sembilan bulan tahun 2022 tercatat sebesar 14.502 ton, turun 19 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar 17.929 ton.


Dari jumlah tersebut 35 persen atau 5.004 ton berasal dari penambangan darat, sedangkan 65 persen atau 9.498 ton berasal dari penambangan laut.


Senasib, produksi logam timah pada sembilan bulan pertama 2022 tercatat sebesar 14.130 metrik ton, turun 26 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar 19.120 metrik ton.


Adapun penjualan logam timah  tercatat sebesar 15.325 metrik ton,turun 20 persen dibandingkan periode sama sebesar 19.059 metrik ton.


“Tapi pendapatan naik 5 persen menjadi sebesar Rp10,2 triliun , laba operasi naik 26 persen menjadi sebesar Rp1,5 triliun, EBITDA naik 21 persen menjadi sebesar Rp2,2 triliun,” tutur dia.


Lebih jauh dia melaporkan Quick Ratio sebesar 43 persen, Current Ratio sebesar 191 persen, Gross Profit Margin sebesar 22 persen, Net Profit Margin sebesar 11 persen, Debt to Asset Ratio sebesar 22 persen, dan Debt to Equity Ratio sebesar 42 persen.


Author: Rizki