EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memulai perdagangan perdana 2026. Berlangsung Jumat (2/1), IHSG ditutup dengan rekor baru ke level 8.748,13.

Penguatan IHSG pada hari pertama perdagangan 2026 itu pun menyulut optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya bahkan dengan yakin menyebut IHSG bisa tembus 10.000 pada tahun ini.

Optimisme Purbaya itu pun didukung dengan jumlah hari bursa yang lebih banyak. Pada tahun ini, jumlahnya mencapai 239.

Angka itu naik tiga hari ketimbang hari bursa 2025 yang sebanyak 236. Jika melihat ke belakang, jumlah hari bursa 2026 sama banyak dengan yang berlangsung pada 2023.

Untuk lebih jelasnya, berikut rincian hari bursa secara bulanan pada 2026.

- Januari: 20 hari bursa
- Februari: 18 hari bursa
- Maret: 17 hari bursa
- April: 21 hari bursa
- Mei: 16 hari bursa
- Juni: 20 hari bursa
- Juli: 23 hari bursa
- Agustus: 19 hari bursa
- September: 22 hari bursa
- Oktober: 22 hari bursa
- November: 21 hari bursa
- Desember: 20 hari bursa

Dari data itu, perdagangan di BEI tidak ada libur kecuali Sabtu dan Minggu pada Juli, September, Oktober, dan November. So, dengan jumlah hari bursa yang lebih banyak, apakah keyakinan Purbaya terhadap IHSG capai 10.000 bisa terwujud? (*)