Hati-hati! Tiga Saham Ini Dalam Pengawasan Ketat BEI
:
0
Ilustrasi: pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), PT Metro Realty Tbk (MTSM), dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), terkait adanya peningkatan harga saham yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).
Pengumuman ini dibuat dalam rangka perlindungan investor terhadap potensi risiko di pasar modal, tulis BEI dalam pengumuman tertanggal 15 Oktober 2024.
SMLE informasi terakhir yang dipublikasikan oleh perusahaan adalah tanggal 15 Oktober 2024 terkait pencatatan saham. Sebelumnya, Bursa juga pernah mengumumkan UMA untuk saham SMLE pada 15 Mei 2024 dan 30 Januari 2024.
Pada perdagangan hari ini Rabu (16/10) saham SMLE turun Rp9 atau melemah 7 persen menjadi Rp119 per lembar saham.
Sebagai informasi, dalam sebulan, saham SMLE terpantau menguat 27,27%.
Sementara itu, UMA untuk saham MTSM diumumkan dalam Peng-UMA-00203/BEI.WAS/10-2024. Informasi terakhir yang dipublikasikan perusahaan adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 7 Oktober 2024.
Sebelumnya, UMA atas saham MTSM juga pernah diumumkan pada 21 November 2023. BEI juga mengimbau investor untuk mencermati perkembangan dan kinerja perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Pada perdagangan hari ini Rabu (16/10) saham MTSN naik Rp16 atau melesat 10 % menjadi Rp183 per lembar
Dalam sepekan, saham MTSM terpantau menguat 57,76%, dan dalam sebulan menguat 96,77%.
Saham IOTF informasi terakhir yang dipublikasikan perusahaan adalah pada 10 Oktober 2024 terkait volatilitas transaksi.
Related News
RANS Gelar RUPS Perdana usai Tercatat di Bursa, Ada Hal Penting Apa?
Adu Lapkeu 14 Emiten Properti Semester I-2026, Siapa Paling Moncer?
MBSS Resmi Punya Pengendali Baru, Semester I Laba Naik Tipis
Sahamnya Naik Kencang 200 Persen, BEI Cecar Emiten Grup Bakrie (MDIA)
Pendapatan Tembus Rp1T Laba TCPI Melesat 23%, Saham Masih Merah
Siapkan Capex Rp6 Miliar, LABA Bidik Pendapatan 2026 Tembus Rp40M





