EmitenNews.com - Kinerja apik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sepanjang tahun 2021 dan terus berlanjut di kuartal I-2022 menjadikan kapitalisasi pasarnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melambung tinggi. Per kemarin (8/6), kapitalisasi saham GOTO sudah mencapai Rp 448 triliun. Ini sejalan dengan tren penguatan saham GOTO dalam  dua pekan terakhir yang naik sekitar 24% ke level Rp 378 per saham (8/6)

 

Kapitalisasi saham GOTO berada dibawah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 928 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 671 triliun, tetapi di atas PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan kapitalisasi Rp 406 triliun.

 

Riset terbaru PT Mandiri Sekuritas juga merekomendasikan buy untuk saham GOTO dengan target harga Rp 440 per saham. Dalam riset analisisnya, analis Mandiri Sekuritas Ryan Aristo Naro, Kresna Hutabarat, dan Eimi Setiawan menyatakan bahwa kinerja GOTO pada seluruh segmen bisnisnya yaitu on-demand services, e-commerce, dan fintech services pada kuartal I-2022 melampaui perkiraan.

 

"GTV segmen on demand service senilai Rp 14,9 triliun pada kuartal I-2022 atau setara dengan 24% dari target tahun ini diatas perkiraan Mandiri Sekuritas. Kenaikan take rate menjadi 21% juga melampaui perkiraan," tulis riset 31 Mei tersebut.

 

Riset tersebut menyatakan bahwa pencapaian GTV GOTO senilai Rp 140 triliun pada kuartal I-2022 setara dengan 22,5% dari target yang ditetapkan. Sedangkan pencapaian pendapatan kotor sebanyak Rp 5,23 triliun mencerminkan 22,3% dari perkiraan Mandiri Sekuritas atas kinerja GOTO tahun ini.

 

Ryan dan Kresna juga memberikan pandangan positif terhadap pertumbuhan bisnis e-commerce yang sukses mencetak kenaikan GTV senilai Rp 65,1 triliun. Angka tersebut telah merefleksikan 23% dari target tahun 2022 dan diatas  perkiraan Mandiri Sekuritas.

 

Kenaikan take rate di segmen e-commerce sebanyak 40 basis poin menjadi 2,9% pada kuartal I-2022 dibandingkan periode sama tahun lalu, menjadi indikasi bahwa integrasi dan sinergi bisnis yang sedang dikembangkan GOTO berjalan optimal. Apalagi pencapaian itu diperoleh pada kuartal pertama dimana, sesuai penjelasan manajemen GOTO, menjadi periode dengan tingkat transaksi yang lebih rendah.

 

Analisis Mandiri Sekuritas menilai, kenaikan 91% bisnis fintech services yang mencapai Rp 77,5 triliun pada Q1-2022 , dibandingkan periode yang sama pada 2021, sudah merefleksikan 21,5% dari target tahun ini.

 

“Pencapaian GTV, margin kontribusi, dan EBITDA perseroan sudah sesuai dengan harapan kami. Hal ini memperkuat peluang perseroan untuk mencapai break even point pada 2024,” tulis Ryan, Kresna, dan Eimi dalam risetnya.