EmitenNews.com - PT Akulaku Silvrr Indonesia terus memperbesar kepemilikan saham di Bank Neo Commerce (BBYB). Terbaru, sebagai pengendali, Akulaku menyapu bersih 3.848.000 atau 3,84 juta lembar. Sayangnya, transaksi akumulasi pembiakan saham tersebut tidak disertai penjelasan mengenai harga pelaksanaan.


Namun, kalau mengacu harga saham Bank Neo terkini, yaitu Rp2.130 per lembar, pembelian sepanjang 31 Januari 2022, 2-3 Februari 2022 itu, Akulaku dipaksa merogoh kocek Rp8,19 miliar.


Menyusul transaksi itu, kaveling saham Akulaku di tubuh Bank Neo makin tidak terkejar. Akulaku menguasai 2,36 miliar lembar atau 25,15 persen. Bertambah 0,04 persen dari sebelumnya 2,36 miliar lembar alias 25,11 persen. 


Sebelumnya, Akulaku menyerok 3.441.500 saham Bank Neo. Transaksi pembelian setara 0,04 persen itu, dilakukan dua tahap. Tahap pertama, pada 27 Januari 2022, Akulaku menyapu bersih saham Bank Neo 2,04 juta lembar atau 0,02 persen. Lalu, pada 28 Januari 2022, Akulaku kembali membeli 1,4 juta lembar alias setara 0,02 persen.


Menyusul transaksi tanpa diketahui harga pelaksanaannya itu, Akulaku menggenggam saham Bank Neo 2.365.512.954 lembar setara 25,11 persen. Bertambah 0,04 persen dari sebelumnya 2.364.112.954 lembar alias 25,09 persen. 


Sebelumnya, sepanjang periode 19-26 Januari 2022, Akulaku telah memboyong saham Bank Neo sebanyak 8.476.700 alias 8,47 juta lembar. Menyusul transaksi itu, kepemilikan saham Akulaku Silvrr per 26 Januari 2022 terus menggemuk.


Tepatnya, bertambah menjadi 2.362.071.454 alias 2,36 miliar lembar setara 25,07 persen. Melesat 0,09 persen dari periode 19 Januari 2022 sebanyak 2,35 miliar lembar alias setara 24,98 persen.


Selain Akulaku Silvrr, pemegang saham Bank Neo lebih lima persen per Januari 2022, meliputi PT Gozco Capital 1,39 miliar setara 14,81 persen, Rockcore Financial Technology Co.Ltd 576,75 juta lembar atau 6,12 persen, dan Yellow Brick Enterprise Ltd 487,21 juta lembar setara 5,17 persen. (*)