Hermanto Tanoko Semakin Adikuasa, BEI Introgasi Penjualan Saham Penta Valent (PEVE)
:
0
EmitenNews.com—Tancorp Mega Buana, perusahaan milik konglomerat Hermanto Tanoko, memborong 276.250.000 saham PT Penta Valent Tbk (PEVE). Direktur Utama Tancorp Mega Buana Belinda Natalia menjelaskan, transaksi dilakukan pada 25 Januari 2023 di harga Rp 204 per saham. Nilai transaksi total mencapai Rp 56,35 miliar.
"Setelah transaksi Tancorp menjadi memiliki 988.750.000 saham atau 56%," papar Belinda dalam keterbukaan informasi.
Rupanya, aksi jual beli saham ini menyita perhatian khusus dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini bisa di lihat dari langkah BEI yang meminta penjelasan kepada PT Penta Valent Tbk (PEVE) terkait pelepasan saham PEVE yang dilakukan oleh dua pemegang saham kepada perusahaan milik Hermanto Tanoko, yakni PT Tancorp Mega Buana (TMB).
Dua pemegang saham yang menjual saham PEVE adalah PT Maramakmur Selaras (MS) dan PT Multi Pindotama Mandiri (MPM). Di mana, MS melepas 7,98% saham PEVE dan MPM menjual 7,67% saham PEVE ke TMB pada 25 Januari 2023, atau selang sehari setelah pencatatan perdana PEVE di 24 Januari.
Permintaan penjelasan BEI terungkap dari keterbukaan informasi PEVE dalam menjawab permintaan tersebut pada Senin (30/1/2023).
Direktur Penta Valent Franxiscus Afat Adinata Nursalim menyatakan, berdasarkan penjelasan yang diterima perseroan, alasan dan latar belakang PT Maramakmur Selaras (MS) dan PT Multi Pidotama Mandiri (MPM) melakukan penjualan sebagian saham yang dimiliki, yaitu masing-masing sekitar 7,98% dan 7,67%, kepada PT Tancorp Mega Buana (TMB) adalah untuk memperoleh dana untuk keperluan internal.
Related News
BSI (BRIS) Jadwal Dividen Rp1,51 Triliun, Cum Date 13 Mei 2026
Atasi Kendala Overcapacity, SMGR Pacu Ekspor dan Transformasi Bisnis
Saham Produsen GT Man (RICY) Top Loser, Direksi Jual Habis Kepemilikan
Usai Jual Aset Rp65M, Lancartama Sejati (TAMA) Ungkap Diakuisisi DBS
WSKT Catat Kontrak Baru Rp3,1 Triliun, Kebut Bandara Timor Leste
RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025





