Hormuz Dibuka, Dolar Anjlok ke 99, Yen Menguat ke 157/USD
:
0
Mata uang yen Jepang menguat ke kisaran 157 per dolar AS pada perdagangan valuta asing Tokyo Kamis. (Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Mata uang yen Jepang menguat ke kisaran 157 per dolar AS pada perdagangan valuta asing Tokyo Kamis pagi, 6 Agustus 2026. Penguatan yen ini terdorong oleh meredanya kekhawatiran defisit perdagangan Jepang menyusul kabar rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, serta melemahnya nilai tukar dolar AS secara global.
Sebagaimana dilaporkan BigGo Finance pada Kamis, 6 Agustus 2026, pada pukul 08.30 waktu setempat, yen diperdagangkan pada level 157,65 hingga 157,66 per dolar AS atau naik 0,07 yen dari penutupan hari sebelumnya. Di sisi lain, Indeks Dolar AS terperosok ke bawah ambang batas psikologis 100 menuju angka 99,68 akibat rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Iran dan Oman mengumumkan kesepakatan rencana navigasi Selat Hormuz pada 5 Agustus 2026. Laporan Bloomberg News menyebutkan bahwa pernyataan bersama kedua negara telah memasuki tahap penyusunan akhir. Pengumuman ini langsung meredam lonjakan harga minyak mentah berjangka dan mengurangi kehati-hatian atas pembengkakan neraca perdagangan Jepang.
Kondisi pasar valuta asing global turut dipengaruhi oleh indikator ekonomi Amerika Serikat yang melambat. Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP bulan Juli mencatat penambahan tenaga kerja sektor swasta hanya sebesar 44.000, jauh di bawah perkiraan pasar. Selain itu, PMI Jasa ISM bulan Juli tercatat sebesar 54,1 dengan indeks ketenagakerjaan yang mengalami kontraksi.
Langkah stabilisasi mata uang juga didukung oleh potensi tindakan tegas dari otoritas keuangan. Para pelaku pasar mencatat bahwa pejabat Jepang dan AS sebelumnya telah menyatakan tidak akan ragu untuk melakukan intervensi mata uang tambahan di pasar valas jika diperlukan.
Meskipun yen menguat, potensi kenaikan lebih lanjut masih tertahan oleh sentimen geopolitik kawasan. Media Reuters melaporkan adanya serangan rudal oleh kelompok militan Houthi Yaman terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi, yang membuat para pelaku pasar tetap waspada.
Penguatan nilai tukar tidak hanya dialami yen, tetapi juga merambat ke mata uang Asia lainnya. Won Korea Selatan tercatat menguat ke kisaran 1.420 per dolar AS. Bagi Indonesia, pelemahan indeks dolar AS dan melandainya harga minyak mentah Brent ke kisaran USD79,45 per barel memberikan sentimen positif bagi stabilitas nilai tukar rupiah serta menekan beban subsidi energi domestik.(*)
Related News
Awas Mafia Bermain! Beras Fortifikasi Bodong Dijual Rp42 Ribu/Kg
Program MBG Dongkrak Belanja Negara 15,97%, Ekonomi Tumbuh 5,29%
Pasar Pangkas Prospek Bunga Fed, Harga Emas Melesat
Selat Hormuz Dibuka Sebagian, Harga Minyak Tertahan di USD75
SpaceX Anjlok 14 Persen, Pasar AS Pantau Penjualan Saham Internal
Konsumsi Domestik Naik, Kebijakan Pro-Industri Dipercepat





