Humpuss Maritim (HUMI) Realisasikan ESG dengan Sertifikasi Standar Pengelolaan Lingkungan
EmitenNews.com – PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) merealisasikan komitmen dalam penerapan prinsip Environment Social Governance (ESG) salah satunya dengan mengikuti standardisasi sistem pengelolaan lingkungan yang berstandar internasional.
“Bertepatan dengan hari ulang tahun perusahaan, kami menerima 3 Sertifikat ISO, salah satunya 14001:2015 tentang Environmental Management System. Hal tersebut selaras dengan komitmen perusahaan melaksanakan kegiatan operasional yang berwawasan lingkungan seperti yang diharapkan investor,” kata Tirta Hidayat, Direktur Utama HUMI dalam keterangan resmi Kamis (21/9).
Perolehan sertifikat itu, menurut dia, sekaligus membuktikan bahwa Perseroan telah memiliki standar penerapan sistem manajemen lingkungan dengan tujuan tercapainya keseimbangan antara lingkungan, masyarakat/sosial dan ekonomi.
Seperti diketahui penerapan prinsip ESG menjadi sangat penting dalam dunia bisnis yang arahnya untuk pencapaian SDGs. Selain itu, perusahaan berbasis ESG dinilai relatif lebih resilient atau memiliki ketahanan yang tinggi pada masa krisis, dan dapat menciptakan value maupun keuntungan dalam jangka panjang.
Jika suatu perusahaan mampu menerapkan ESG dengan baik, hal ini akan menambah kepercayaan investor terhadap perusahaan tersebut, menyusul kiat pesatnya kebutuhan investor atas penilaian perusahaan yang menerapkan prinsip tersebut. Investor yang fokus terhadap ESG diketahui juga lebih sering berpartisipasi dalam pertemuan pemegang saham perusahaan terbuka di seluruh dunia.
Sertifikat Management Mutu
Selain memperoleh sertifikat pengelolaan lingkungan, HUMI juga mendapatkan Sertifikat ISO 9001:2015 Quality Management System dari Lembaga Sertifikasi ACM Indonesia, yang merupakan perwakilan dari Lembaga sertifikasi internasional AMTIVO yang berpusat di
Inggris.
Tirta melanjutkan, perolehan sertifikat tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa perusahaan telah menerapkan sistem manajemen mutu berstandar internasional. Sistem manajemen kualitas tersebut, lanjut dia, digunakan untuk menetapkan kebijakan dan sasaran mutu (quality objective) serta pencapaian perusahaan di kemudian hari.
Related News
Tekanan Berlanjut, Rugi Cashlez Tembus Rp68 Miliar Pada 2025
Awal 2026, Penjualan Batu Bara RMKE Tumbuh 4 Kali Lipat
MEJA Tutup Buku Waran Seri I, 318 Juta Saham Baru Masuk Pasar
Likuiditas Terjaga, TAFS Siap Bayar Obligasi Rp371,52 Miliar
TRON Siapkan Penambahan Usaha Baru, Dua Komisaris Malah Mundur
Buyback 3 Bulan Dimulai, RMKE Baru Serap Rp9,9M dari Anggaran Rp200M





