EmitenNews.com - PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) resmi meluncurkan logo baru seiring bergantinya pengendali perseroan. Hal ini sekaligus tindak lanjut usai IATA terbebas dari bayang-bayang MNC Group dengan nama PT MNC Energy Investments Tbk menjadi PT Karya Pacific Energty Tbk.

Presiden Direktur IATA, Suryo Eko Hadianto mengatakan perubahan tersebut telah mendapatkan restu para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026.

“Transformasi identitas ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan perseroan menuju fase pertumbuhan berikutnya. Dengan dukungan pengendali baru, perseroan optimistis dapat memperkuata kapabilitas usaha dengan memanfaatkan integrasi dalam ekosistem Karya Pacific Group,” ujar Suryo dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8).

Ia juga menegaskan, perubahan identitas visual tersebut tidak memengaruhi kegiatan operasional maupun komitmen Perseroan kepada pelanggan, mitra usaha, investor, kreditur, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Logo baru Perseroan akan mulai digunakan secara bertahap pada seluruh media komunikasi, dokumen resmi, platform digital, dan aset korporasi lainnya,” tuturnya.

Kinerja Paruh I 2026

Sepanjang paruh pertama 2026, IATA masih mengalami tekanan. Laba bersih tercatat sebesar USD961,03 ribu, anjlok 82,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD5,46 juta.

Penurunan laba tersebut sejalan dengan pendapatan usaha yang menyusut 16,46% menjadi USD33,38 juta dari sebelumnya USD39,96 juta. Di sisi lain, beban langsung justru meningkat menjadi USD21,26 juta dari USD20,36 juta.

Kondisi tersebut membuat laba kotor IATA merosot menjadi USD12,12 juta dari sebelumnya USD19,6 juta. Meski beban penjualan turun menjadi USD2,32 juta dari USD7,41 juta, beban usaha meningkat menjadi USD2,89 juta dari USD2,11 juta.

Tekanan juga datang dari beban keuangan yang naik menjadi USD2,69 juta dari USD2,4 juta serta rugi selisih kurs yang membengkak menjadi USD1,93 juta dari USD383,52 ribu.