IHSG Akhir Pekan Bertahan di Zona Hijau, PGEO-PGAS Pimpin Reli LQ45
:
0
Gedung Bursa Efek Indonesia atau IDX Tower.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau setelah sempat tertekan tajam pada sesi siang. Reli saham-saham energi berhasil mengimbangi tekanan pada sejumlah saham big caps sehingga indeks komposit tetap mengakhiri perdagangan dengan kenaikan.
Pada perdagangan Jumat (10/7/2026), IHSG menguat 11,97 poin atau 0,20% ke level 5.924,36. Indeks sempat dibuka menguat ke posisi 5.936,93, kemudian berbalik melemah hingga menyentuh level terendah intraday di 5.887,83 sebelum akhirnya kembali pulih menjelang penutupan.
Sebanyak 364 saham ditutup menguat, 241 saham melemah, dan 185 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan mencatat volume 18,51 miliar saham dengan frekuensi 1,92 juta kali transaksi serta nilai transaksi mencapai Rp8,86 triliun.
Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar masih menjadi magnet utama transaksi. Bank Central Asia (BBCA) memimpin top value dengan nilai transaksi Rp852,2 miliar meski harga sahamnya turun 0,4% ke Rp6.175 per saham.
Di posisi berikutnya, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) membukukan transaksi Rp402,9 miliar dan naik 0,36% ke Rp2.790. Telkom Indonesia (TLKM) mencatat transaksi Rp318 miliar namun terkoreksi 1,1% ke Rp2.480. Bank Mandiri (BMRI) menguat 0,99% ke Rp4.080 dengan nilai transaksi Rp299,9 miliar, sedangkan Barito Pacific (BRPT) naik 1,92% ke Rp1.620 dengan nilai transaksi Rp299,2 miliar.
PGEO dan PGAS Melesat, ISAT dan SCMA Top Losers
Di jajaran indeks LQ45, saham energi menjadi motor utama penguatan. Pertamina Geothermal Energy (PGEO) melesat 5,79% ke Rp1.005 dan menjadi top gainers LQ45. Perusahaan Gas Negara (PGAS) menyusul dengan kenaikan 4,64% ke Rp1.465, sementara Alamtri Resources (ADRO) menguat 4,37% ke Rp1.450 per saham.
Sebaliknya, tekanan terbesar di LQ45 dialami sektor telekomunikasi. Indosat (ISAT) menjadi top losers setelah turun 3,19% ke Rp1.820. Surya Citra Media (SCMA) terkoreksi 1,89% ke Rp208, sedangkan Astra International (ASII) melemah 1,43% ke Rp4.810 per saham.
Related News
Gerak IHSG Jelang Rebalancing Duo Indeks Global MSCI & FTSE
Tantangan Baru Manajemen dan Auditor di Tengah Dinamika Geopolitik
IHSG Anjlok 1,48 Persen ke 6.405, DSSA Menguat dan Rajai Transaksi
IHSG Sesi I Volatil Sambut Unjuk Rasa 27 Agustus, TMPO Nyaris ARA!
6 Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Cek Dampak ke Emiten
Dibuka Merah, IHSG Ambruk 1,2 Persen Sentuh 6.422 Ditekan Sentimen Ini





