EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan Senin (16/3/2026) ditutup merosot tajam. Indeks melemah 114,92 poin atau 1,61% ke level 7.022,28. Sepanjang perdagangan, indeks sempat bergerak di rentang 6.917 hingga 7.120.

Pelemahan IHSG terjadi seiring mayoritas indeks sektoral yang tenggelam ke zona merah. Sektor properti mencatat penurunan terdalam sebesar 2,28%, disusul sektor energi yang turun 2,24% serta sektor barang baku yang melemah 1,82%.

Di tengah tekanan tersebut, hanya dua sektor yang mampu mencatatkan penguatan tipis yakni sektor perindustrian yang naik 0,21% serta sektor kesehatan yang menguat 0,13%.

Pergerakan saham di bursa juga didominasi oleh pelemahan. Tercatat sebanyak 542 saham mengalami penurunan harga, sementara 180 saham berhasil menguat dan 98 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup ramai dengan total volume mencapai 32,05 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp15,92 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,67 juta kali transaksi.

Beberapa saham yang mencatat kenaikan harga antara lain PT Emas Antam Indonesia Tbk (EMAS) yang naik Rp1.375 menjadi Rp9.075 per saham, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menguat Rp800 ke level Rp6.450 per saham, serta PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang naik Rp560 menjadi Rp2.820 per saham.

Sebaliknya, sejumlah saham dengan penurunan terbesar di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun Rp5.375 menjadi Rp61.550 per saham, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melemah Rp3.275 ke level Rp197.525 per saham, serta PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang terkoreksi Rp2.050 menjadi Rp15.800 per saham.

Sementara itu, saham yang paling aktif diperdagangkan di antaranya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan frekuensi transaksi mencapai 58.987 kali senilai Rp688 miliar. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 55.402 kali senilai Rp864 miliar, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebanyak 47.050 kali dengan nilai transaksi Rp558 miliar.