IHSG Berbalik Merah, BUMI Rajai Transaksi Meski Harga Turun
:
0
Main hall Bursa Efek Indonesia
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatan pada perdagangan awal pekan, Senin (24/8/2026). Indeks komposit akhirnya ditutup melemah 24,02 poin atau 0,37% ke level 6.501,66.
IHSG sempat bergerak di zona hijau pada awal perdagangan. Namun, penguatan tersebut tak bertahan lama. Indeks berbalik masuk zona merah dan terus bertahan hingga perdagangan berakhir, dengan level terendah intraday berada di 6.474,57.
Tekanan jual juga cukup terasa di pasar. Sebanyak 367 saham berakhir melemah, sementara 259 saham menguat dan 166 saham lainnya stagnan.
Total volume perdagangan mencapai 35,88 miliar saham dengan frekuensi 2,19 juta kali. Adapun nilai transaksi saham hari ini mencapai Rp14,29 triliun.
Di tengah pelemahan IHSG, Bumi Resources (BUMI) kembali menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar. Setelah merajai transaksi pada akhir pekan lalu, BUMI hari ini membukukan nilai transaksi Rp675 miliar.
Namun, ramainya transaksi belum mampu mengangkat harga BUMI. Saham emiten tambang tersebut justru turun 1,02% ke Rp194 per saham.
Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyusul di posisi berikutnya dengan nilai transaksi Rp609,3 miliar. Berbeda dengan BUMI, saham DSSA berhasil menguat 1,43% ke Rp1.065.
Tekanan juga menghampiri saham-saham bank berkapitalisasi besar. Bank Central Asia (BBCA) mencatat transaksi Rp519,6 miliar, tetapi harganya turun 0,78% ke Rp6.400. Sementara Bank Rakyat Indonesia (BBRI) membukukan transaksi Rp480,7 miliar dan melemah 1,55% ke Rp3.180.
Dua big banks lainnya juga berakhir di zona merah. Bank Mandiri (BMRI) dengan transaksi Rp360,4 miliar turun 0,47% ke Rp4.200, sedangkan Bank Negara Indonesia (BBNI) melemah 1,34% ke Rp3.680 dengan nilai transaksi Rp121,7 miliar.
Di jajaran LQ45, tekanan paling dalam datang dari sektor telekomunikasi. XLSmart Telecom (EXCL) menjadi top loser setelah anjlok 4,93% ke Rp2.700, disusul Indosat (ISAT) yang turun 3,31% ke Rp2.630. Surya Citra Media (SCMA) melengkapi tiga besar top losers dengan penurunan 2,78% ke Rp210.
Related News
ATL di Level 5.185, Analis Tinjau Ulang Target IHSG Akhir Tahun
IHSG Rawan Longsor, Analis Ungkap Support Kritis
Ngundang Influencer, OJK Bahas Perkembangan Terbaru Bursa
Simak Ini yang Dilakukan Turki Hadapi Ancaman Terbaru MSCI
IHSG -11,57%, Investor Asing Ramai Tarik Diri & Borong Saham–Saham RI
All-Time Low Baru di 5.185, Koreksi IHSG di Sepanjang Tahun Tembus 40%





