IHSG Berpeluang Koreksi Terbatas, Cermati 4 Saham Big Cap In
:
0
EmitenNews.com—IHSG berpeluang mengalami penurunan terbatas dalam konsolidasi pada perdagangan Selasa (3/1). Peluang koreksi ini tercermin dari kondisi overbought & candle doji.
IHSG masih berada dalam trend bearish, selama di atas 6.885. Indikator MACD bearish, stochastic overbought, candle doji. Jika bisa ditutup harian di bawah 6.850, IHSG masih berpeluang koreksi, target 6.784, 6.715. Jika Rebound, IHSG berpeluang menuju 6.820 (tercapai), 6.885 (tercapai), 6.982.
“Level resistance pada perdagangan Selasa (3/1) berada di 6.884, 6.934, 6.982, 7.007 dengan support 6.823, 6.786, 6.745, 6.715. Perkiraan range di rentang 6.800 - 6.900,” terang Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar.
Kemarin (2/1), banyak bursa regional Asia Pasfik yang tutup sehubungan dengan tahun baru 2023, di antaranya Nikkei, Hang Seng, S&P/ASX 200 dan SSE Composite Index. IHSG naik tipis sementara Kospi mengalami koreksi. Indonesia mengumumkan inflasi Desember 2022 sebesar 5,51% year-on-year (YoY) dan 0,66% month-on-month (MoM), di atas ekspektasi sebesar 5,39% YoY, naik dibandingkan November 2022 sebesar 5,42% YoY. Retail sales Thailand untuk Oktober 2022 mencatat penurunan 0,8% YoY.
Kemarin Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan Nasdaq libur sehubungan dengan tahun baru. Bursa Eropa mengalami kenaikan seperti DAX Performance Index dan CAC 40. Global Manufacturing PMI zona Euro pada Desember 2022 mencapai 47,8, sesuai perkiraan, naik dibandingkan bulan sebelumnya. Rantai pasokan mulai pulih dan tekanan inflasi berkurang yang membawa ke pemulihan optimisme di antara para manajer pabrik. Hari ini Jerman akan mengumumkan inflasi untuk Desember 2022 yang diperkirakan mencapai 9,1% YoY, -0,3% MoM
Related News
RI Bidik Pasar India, Target Bebas Tarif Naik 80 Persen
BEI Proyeksi LQ45 Masuk Fase Pemulihan di Semester II 2026
BEI Sebut Pasar Saham Mulai Pulih di Semester II 2026
DPR Minta Ekonomi RI Cari Mesin Baru Selain Konsumsi
Daftar Top Gainers Sepekan, CBPE Memimpin
Ini Top Losers Sepekan, Ada BACH, TCPI hingga BUVA





