EmitenNews.com—Setelah pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi. Pada awal pekan kedua ini, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada range resistance di 7100, posisi pivot ada di 7050 dan level support pada 7000 hingga 6980.


IHSG membentuk hammer doji setelah kembali uji MA20/support di 6980 (4/11). Stochastic RSI masih cederung bergerak turun, namun sudah mendekati oversold area. Oleh sebab itu, terdapat potensi technical rebound IHSG ke resistance area di 7080-7100 di Senin (7/11).


Rebound harga komoditas, terutama minyak bumi pada perdagangan Jumat (4/11) memicu berlanjutnya rebound pada sejumlah saham tambang, tidak terkecuali tambang basic materials. Hal ini berkaitan dengan rumor mengenai potensi pembukaan kembali ekonomi Tiongkok yang tengah menerapkan lockdown di sejumlah wilayah di Tiongkok seiring dengan peningkatan kasus baru COVID-19.


Dari dalam negeri, potensi katalis positif berasal dari proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5.89% yoy di Q3-2022, naik dari 5.44% yoy di Q2-2022. BPS dijadwalkan merilis data pertumbuhan ekonomi pada Senin (7/11) pagi.


"Saham-saham yang dapat diperhatikan, meliputi TLKM, KRAS, UNVR, ASII, UNTR, BRIS, PGAS dan BIPI," kata Valdy Kurniawan Analis Phintraco Sekuritas, Senin (7/11/2022).