Mampu Tekan Tarif USD0,03/KWh, RI Belajar PLTS dari India
:
0
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian ESDM (BPSDM ESDM) bekerja sama dengan GIZ Energy Programme menyelenggarakan Lokakarya Internasional bertajuk From Ambition to Affordability: Lessons Learned from India's 3 Cents USD/kWh Solar Journey.(Foto: ESDM)
EmitenNews.com - Pengalaman India dalam menurunkan tarif listrik tenaga surya hingga sekitar 3 sen dolar AS per kWh memberikan pembelajaran yang sangat berharga bagi Indonesia. Karena itu Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian ESDM (BPSDM ESDM) bekerja sama dengan GIZ Energy Programme menyelenggarakan Lokakarya Internasional bertajuk From Ambition to Affordability: Lessons Learned from India's 3 Cents USD/kWh Solar Journey.
"Keberhasilan tersebut tidak hanya didorong oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kebijakan yang konsisten, desain pengadaan yang transparan, pembagian risiko yang lebih seimbang, serta kesiapan infrastruktur dan kelembagaan," ujar Kepala BPSDM ESDM Prahoro Yulijanto Nurtjahyo di Jakarta, Kamis (12/2).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog kebijakan untuk menggali pembelajaran dari pengalaman India dalam menurunkan tarif pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga sekitar 3 sen dolar AS per kWh, sekaligus merumuskan strategi yang relevan bagi pengembangan energi surya di Indonesia.
Hal ini juga selaras dengan komitmen Indonesia dalam menjalankan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Prahoro mengatakan, keberhasilan transisi energi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan institusi.
"Kerangka regulasi yang kuat dan selaras, perencanaan sistem yang andal, serta kontrak yang bankable hanya dapat berfungsi secara efektif apabila didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pemahaman komprehensif terhadap aspek teknis, ekonomi, hukum, dan operasional," ujarnya.
Lokakarya ini merupakan bagian dari kerja sama teknis antara Kementerian ESDM dan GIZ Energy Programme, khususnya melalui proyek Renewable Energy to Grid (RE2Grid) yang berfokus pada transformasi sistem ketenagalistrikan serta peningkatan kontribusi energi terbarukan ke dalam jaringan listrik nasional.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Pemerintah Negara Bagian Madhya Pradesh, India, yang terlibat langsung dalam pengembangan kebijakan energi terbarukan, pengelolaan solar park, serta mekanisme lelang PLTS, untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mendorong daya saing pembangkit surya.(*)
Related News
Kopi Jabar Tembus Pasar Inggris, Ekspor Capai Rp2,64 Miliar
CIMB Niaga Gelar Tour de Bank (TDB), ini Tujuannya
Moratorium Dibuka, BUMN Thailand Kembali Incar Hulu Migas RI
Rumput Laut RI Bebas Tarif AS, Negara Pesaing Kena 12,5%
I-EU CEPA Siap Diteken: Sawit, Karet, Alas Kaki Bebas Tarif
Jajaran Top Losers Sepekan, TCPI, TMPO Hingga FILM





