EmitenNews.com -Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa penguatan yang dialami IHSG pada perdagangan kemarin, akan membuat IHSG cenderung konsolidasi dalam rentang 6680-6730 di Jumat (16/6). Pergerakan IHSG diramal ada pada range resistance 6730 pivot 6680 dan support 6600.

 

IHSG mempertahankan posisinya di atas MA20 di kisaran 6680. Dengan demikian, IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidatif dalam rentang 6680-6730 di akhir pekan ini (16/6). Secara teknikal, Stochastic RSI masih berada pada overbought area yang membuat IHSG rawan terhadap aksi profit taking jangka pendek.

 

Pasar nampaknya masih mencerna keputusan The Fed untuk mempertahankan sukubunga acuan di level 5.25% (15/6), namun masih membuka peluang kenaikan sukubunga acuan sebanyak 2 (dua) kali lagi di sisa tahun 2023.

 

Dari dalam negeri, Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) mencatatkan surplus sebesar US$440 juta pada Mei 2023, lebih rendah dibandingkan April 2023 yang surplus sebesar US$3.94 miliar. Penurunan NPI ini disebabkan impor Mei 2023 yang naik lebih tinggi (+14.35% yoy) dari Ekspor Mei 2023 (+0.96% yoy). Hal ini, sejalan dengan penurunan Cadangan Devisa Indonesia di Mei 2023 menjadi US$139.3 miliar (-3.51% mom).

 

Akan tetapi, sektor energi menjadi mover utama IHSG di Kamis (15/6) dipicu ekspektasi peningkatan demand batubara dari India untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listriknya.

 

Head Of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyebut saham-saham yang dapat diperhatikan di Jumat (16/6) meliputi ITMG, ADRO, PTBA, UNTR, GGRM dan ISSP.