EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka volatil, sempat menguat tipis ke 7.000 pada perdagangan Selasa (7/4/2026), mencoba bangkit setelah tekanan dalam beberapa hari terakhir di tengah sentimen eksternal yang masih dominan.

Pada awal sesi, IHSG naik 11,85 poin atau 0,17 persen ke level 7.001,28. Sebanyak 224 saham menguat, 86 melemah, dan 295 stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp99,6 miliar dengan volume 188,95 juta saham dalam 24.650 kali transaksi. Kapitalisasi pasar turut meningkat menjadi Rp12.232 triliun.

Kendati demikian, 20 menit waktu berselang IHSG kembali minus, hingga 0,42 persen setara 29,24 poin bertengger di 6.960,19.

Senada dengan itu, tekanan terhadap pasar masih membayangi seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang bertahan di atas level Rp17.000 per dolar AS dalam dua hari terakhir. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya ruang penyesuaian setelah periode intervensi yang agresif, sekaligus menandakan sentimen risk-off yang belum sepenuhnya mereda.

Tim riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai tekanan terhadap cadangan devisa berpotensi berlanjut, dipicu eskalasi geopolitik dan lonjakan harga minyak dunia. Indonesia sebagai negara net importir energi dinilai rentan terhadap kondisi ini, terutama saat harga minyak bertahan tinggi.

Di sisi fiskal, defisit anggaran tercatat melebar menjadi Rp240,1 triliun atau setara 0,9 persen terhadap PDB hingga Maret 2026. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 0,4 persen, seiring kebijakan pemerintah menahan kenaikan harga energi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Sementara itu, data global turut memberikan tekanan tambahan. Harga minyak WTI tercatat berada di level USD112,41 per barel, sementara nilai tukar USD/IDR di kisaran Rp17.035. Di sisi lain, investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp623,02 miliar, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap aset berisiko.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase bearish consolidation dengan level support di kisaran 6.892 dan resistance di area 7.117 hingga 7.222. Kondisi ini menunjukkan ruang penguatan masih terbatas selama tekanan eksternal belum mereda sepenuhnya. (*)