EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis (18/6/2026).  

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.164,345, terkoreksi 56,394 poin atau 0,91% dari penutupan sebelumnya. IHSG dibuka di posisi 6.191,891 hingga sebelum tertekan ke level terendah 6.163,516 dalam menit awal perdagangan.  

Volume transaksi tercatat 425,153 juta saham dengan nilai turnover Rp337,040 miliar. Frekuensi perdagangan mencapai 50.655 kali.  

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 215 saham menguat, 179 saham melemah, dan 232 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat Rp10.746,239 triliun.  

Pelemahan IHSG di awal sesi ini melanjutkan sentimen negatif di pasar saham domestik.  

Tekanan jual di awal sesi sejalan dengan sentimen global pasca Federal Reserve memberikan kejutan hawkish pada Rabu (17/6/2026). The Fed menahan suku bunga di 3,50%-3,75% namun mengisyaratkan potensi kenaikan 25 basis poin tahun ini.  

Kiwoom Research dalam Morning Equity Kamis (18/6) mencatat, "Summary of Economic Projections (SEP) terbaru menunjukkan suku bunga Fed Funds diproyeksikan berada di level 3,8% pada akhir 2026, naik dari proyeksi 3,4% pada Maret. Sebanyak 9 dari 18 anggota FOMC kini memperkirakan kenaikan suku bunga tahun ini."

Imbasnya, Wall Street ditutup merah dengan Dow Jones -0,98%, S&P500 -1,21%, dan Nasdaq -1,42%. Dollar Index (DXY) ikut menguat hampir 1% ke 100,38.  

Proyeksi IHSG

Untuk pasar domestik, Kiwoom Research memproyeksikan volatilitas IHSG masih akan berlanjut menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia siang ini.