EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka memantul menguat pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, menandai awal bulan dengan sentimen positif pasca tekanan rebalancing MSCI.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.02 WIB, IHSG naik 66,219 poin atau 1,08% ke level 6.193,601 dibanding penutupan sebelumnya 6.127,38. Indeks dibuka di 6.210,004 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.219,923 serta terendah 6.183,173 di menit awal perdagangan.

Nilai transaksi tercatat Rp1,780 triliun dengan volume 1,790 miliar saham dan frekuensi 139.262 kali. Sebanyak 270 saham menguat, 220 saham melemah, dan 224 saham flat. Kapitalisasi pasar BEI berada di Rp10.923,481 triliun.

Penguatan IHSG pagi ini memutus tren pelemahan akhir Mei 2026 pasca rebalancing MSCI. Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat, menjelang efektifnya rebalancing MSCI akhir pekan lalu, pasar dibanjiri net outflow asing jumbo sekitar IDR8,4 triliun. 

"Tekanan terbesar terjadi di BBCA IDR2,0 triliun, TPIA IDR1,9 triliun, AMMN IDR1,6 triliun, BBRI IDR738 miliar, dan BMRI IDR390 miliar," tulis Market Commentary Mirae Asset Sekuritas, Selasa (2/6/2026).

Meski begitu, arus keluar sebesar itu hanya menekan IHSG tipis 0,05% ke 6.127 pada Jumat lalu. "Bahkan indeks sempat menguat intraday hingga 1,6% ke kisaran 6.230," lanjut riset tersebut. 

Mirae Asset menyebut ketahanan indeks ditopang lonjakan saham grup PP alias Prajogo Pangestu, "Ketahanan indeks terutama ditopang lonjakan tajam saham-saham grup PP, yakni BREN, BRPT, dan PTRO, yang masing-masing menguat sekitar 25%."

Namun, Mirae mengingatkan breadth pasar saat ini sempit.

"Pergerakan tersebut menegaskan bahwa kinerja IHSG saat ini sangat terkonsentrasi pada segelintir nama dengan kapitalisasi besar namun free float terbatas, sehingga level indeks perlu dibaca hati-hati karena tidak sepenuhnya mencerminkan breadth pasar yang sesungguhnya."

Dari sisi teknikal, Mirae Asset memetakan IHSG masih dalam fase konsolidasi.