IHSG Dibuka Ngebut 1,07 Persen ke 7.031, Berpeluang Rebound
:
0
Potret figura burung terbang di Main Hall Arena Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada awal perdagangan Senin (4/5/2026), mencoba bangkit setelah tekanan tajam pada penutupan pekan sebelumnya.
Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG naik 74,21 poin atau 1,07 persen ke level 7.031,01. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.043,21 dan terendah di 6.988,44 sejak pembukaan di posisi 6.988,91.
Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume mencapai 16,09 miliar saham dan nilai transaksi Rp4,26 triliun dari 306.269 kali transaksi. Sebanyak 397 saham menguat, 184 melemah, dan 143 stagnan, dengan kapitalisasi pasar tercatat Rp12.586 triliun.
Dalam catatan tim riset Mirae Asset Sekuritas yang terbit Senin (4/5/2026) penguatan ini terjadi setelah IHSG pada perdagangan sebelumnya terkoreksi sekitar 2 persen ke level 6.956,80, seiring tekanan jual investor asing yang mencatatkan net sell sekitar Rp1,7 triliun di pasar reguler, terutama pada saham perbankan besar.
Kemudian, tekanan masih membayangi seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang bertahan di kisaran Rp17.300 per dolar AS, di tengah kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ke area 6,85–6,86 persen.
Secara teknikal, IHSG saat ini berada dalam kondisi oversold. Analis Mirae Asset memproyeksikan ruang rebound jangka pendek masih terbuka dengan area support di level 6.917 dan 6.684, sementara resistance berada di kisaran 7.119 hingga 7.244.
Meski demikian, volatilitas diperkirakan tetap tinggi. Stabilitas rupiah dan arus dana asing masih menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah lanjutan pergerakan pasar dalam waktu dekat. (*)
Related News
Jadestone Jajaki Akuisisi Aset Migas Produktif di Indonesia
Harga Emas Pekan Ini, Fluktuatif di Tengah Penguatan USD
Sentimen Negatif Dominan, IHSG Susuri Zona Merah
Investor Cemas Defisit APBN, IHSG Cenderung Tertekan
IHSG Siap Rebound? Analis Wanti-Wanti Sell in May Go Away
Bikin Tekor hingga Gempor, Ini 6 Ciri Investasi Bodong yang Lagi Marak





