IHSG Ditutup Melorot 1,13 Persen, Tembus Level Terendah Intraday
:
0
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (15/9/2026) ditutup melorot 73,54 poin (1,13%) ke level 6.461,15. Usai dibuka melemah indeks sempat rebound namun akhirnya gagal menguat.
Tercatat, sebanyak 312 saham menguat namun lebih dominan yang melemah yaitu 314 saham. Sementara itu, 165 saham lainnya stagnan.
Volume perdagangan saham sebanyak 26 26 miliar, frekuensi 1,76 juta kali, dan total nilai transaksi Rp12,43 triliun.
Selain itu, saham-saham perbankan besar (big banks) yang kemarin mampu menopang transaksi kali ini tak bisa menjadi sasaran aksi jual.
Transaksi big banks terbesar dipimpin Bank Central Asia (BBCA) Rp14,3 miliar harga tertekan 1,54% ke Rp4.600. Disusul Bank Mandiri (BMRI) Rp558,7 miliar harga merosot 2,25% ke Rp4.340 per saham.
Selanjutnya, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar Rp527,7 miliar, harga turun 2,35% ke Rp3.320, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) transaksi Rp147,8 miliar, harga turun 3,1% k3 Rp3.750 per saham.
Untuk top gainers LQ45 dipimpin Kalbe Farma (KLBF) naik 4,7% ke Rp770, disusul Mitra Adiperkasa (MAPI) menguat 4,5% ke Rp1.385, dan Antam (ANTM) naik 2,51% ke Rp3.270 per saham.
Sedangkan, top losers LQ45 adalah Essa Industries (ESSA) turun 4,62% ke Rp620, diikuti Indofood CBP (ICBP) melemah 3,16% ke Rp6.900, dan disusul BBNI yang merosot 3,10%.
Related News
IHSG Sesi I (15/9) Loyo ke Bawah Level 6.500, Sektor Finance Tertekan
IHSG Pagi Tak Sanggup Menguat, Turun 0,64% ke Bawah Level 6.500
IHSG Bangkit, Serok Saham ASII, BMRI, dan AMMN
Tingkatkan Layanan, Asuransi Astra Sodorkan 3 Inovasi
Investor Tunggu Gebrakan Menkeu Anyar
IHSG Koreksi 0,1%, Masih Ada Tekanan Jual, Sikap Buy on Weakness





