EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada Jumat (12/6/2026) pagi. Pukul 09.00 WIB, IHSG terpantau menguat ke level 5.956,12, naik 70,09 poin atau 1,19% dibanding penutupan Kamis di 5.886,04.

Rebound pagi ini belum lepas dari bayang-bayang tekanan fundamental. Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) dalam risetnya hari ini menyebut kenaikan suku bunga BI 75 bps ke 5,50% belum efektif menstabilkan Rupiah. Tanpa intervensi BI, Rupiah diproyeksi masih di Rp18.100–Rp18.200.

"Probabilitas kenaikan suku bunga lanjutan masih cukup besar apabila Rupiah tetap bertahan di sekitar level 18.000. Capital outflow masih berlanjut baik di pasar saham maupun SBN," tulis Head of Research MASI by Rully Arya Wisnubroto.

Mirae memperkirakan total kenaikan suku bunga siklus ini capai 125 bps.

“(Kenaikan itu) akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan dan earnings, dan pada akhirnya membatasi ruang penguatan fundamental bagi IHSG,” ujar Rully.

Dari sisi teknikal, Senior Analyst MASI, Muhammad Nafan Aji memberi sinyal Limited upside untuk IHSG. Support terdekat di 5.803 dan 5.688, sementara resistance di 6.058 dan 6.178. Artinya ruang naik IHSG hari ini terbatas sebelum tembus 6.058.

Sentimen domestik juga kurang mendukung. Indeks Keyakinan Konsumen Mei-26 turun ke 120,9, terendah sejak Sep-25. Beban utang konsumen naik ke 10,2% dan tabungan turun ke 17,5%, membuat Mirae menilai, "(sektor) konsumen cenderung tetap berhati-hati dalam jangka pendek."

Asing masih mencatat net sell Rp252,64 miliar pada Kamis. Saham yang paling banyak dilepas yakni, BBRI, DSSA, ASII, AMMN, CUAN. Sementara TOP BUY asing memasuki saham seperti BBCA, TPIA, TLKM, EMAS, ANTM.