IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

IHSG Kembali Melemah, Investor Perlu Cermati BBCA, BBRI, UNVR dan MEDC

10/05/2022, 08:20 WIB

IHSG Kembali Melemah, Investor Perlu Cermati BBCA, BBRI, UNVR dan MEDC

EmitenNews.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan kembali melemah. Adapun saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Medco Energi International Tbk (MEDC) layak dicermati hari ini. 

 

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal indek berpeluang mengalami koreksi lanjutan selama di bawah 7.034, dari inidaktor technical bearish dan closing di bawah 50 day MA. 

 

“IHSG gagal bertahan di atas 7.090, menunjukkan trend berbalik bearish, candle bearish kicking, MACD weak bullish, stochastic bearish, closing di bawah 7.034 (50-day MA) & dominan sell power,” ujar Andri dalam risetnya, Selasa (10/5).

 

Sebagai informasi, Bursa Asia Pasifik berpotensi untuk melanjutkan pelemahannya hari ini, mengikuti sentimen negatif yang signifikan dari bursa Amerika Serikat semalam. Ekspor China pada April 2022 meningkat 3,9% YoY, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi sebesar 3,2% YoY.

 

Adapun Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah signifikan 1,99%, S&P 500 terkoreksi tajam 3,20% bahkan indeks Nasdaq Composite mencatat penurunan yang lebih dalam sebesar 4,29%. Pelemahan yang sangat signifikan kemarin dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kemampuan the Fed dalam menangani inflasi di tengah gangguan rantai pasokan (supply chain), sehubungan dengan perang di Ukraina dan lockdown di China. 

 

Seiring dengan kondisi tersebut, investor dapat mencermati saham BBCA dengan rekomendasi buy on weakness target 4.680/4.800 stop loss 4.190. UNVR trading buy dengan target 4.080/4.100 stop loss di bawah 3.920. Kemudian saham MEDC trading buy dengan target 565/570 stop loss di bawah 515.


Author: Rizki