EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 1,99 persen menjadi 5.266. Secara teknikal, indikator MACD berbalik mengalami pelebaran histogram negatif, dan Stochastic RSI berpotensi death cross di area pivot. Kalau level support 5.180 mampu menahan penurunan IHSG, maka berpotensi uji level 5.300.

Namun, kalau IHSG ditutup di bawah level 5.180, berpeluang uji level support 5.100-5.000. Fitch Ratings memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia tumbuh melambat di bawah level 5 persen paruh kedua 2026. Akibatnya secara kumulatif, ekonomi sepanjang tahun ini diproyeksi maksimal tumbuh 5,2 persen di bawah target Pemerintah 5,4 persen.

Fitch Ratings menilai dampak dukungan fiskal Pemerintah akan memudar setelah belanja difokuskan di awal tahun pada semester pertama 2026. Belanja konsumen juga akan melambat sepanjang sisa tahun 2026, di tengah tingkat keyakinan konsumen lebih rendah dibanding awal tahun ini.

Ketidakpastian tinggi membuat investor cenderung melakukan strategi trading jangka pendek. Harga minyak masih bertahan di level tinggi, potensi kenaikan suku bunga the Fed pada Desember mendatang, depresiasi Rupiah berlanjut, naiknya CDS 5Y Indonesia, dan lompatan yield obligasi pemerintah Indonesia beberapa sentimen negatif membebani indeks.

Di samping itu, antisipasi investor akan potensi rebalancing indeks MSCI pada November mendatang juga menjadi sentimen negatif. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor menyerap saham United Tractors (UNTR), HM Sampoerna (HMSP), Ciputra (CTRA), Lonsom (LSIP), dan Adaro Andalan (AADI). (*)