IHSG Kian Kinclong, Serok Saham PTBA, CUAN, ADRO, dan ERAA
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup menguat. Itu seiring koreksi harga minyak mentah, imbal hasil obligasi pemerintah, dan lonjakan saham sektor teknologi. Kondis tersebut terjadi setelah keputusan The Fed menaikan suku bunga acuan untuk kali pertama dalam tiga tahun terakhir.
Harga minyak mentah jenis WTI turun 0,51 persen ke level USD101,9 per barel, dan Brent susut 0,95 persen menjadi USD104,82 per barel setelah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Arab Saudi. Sebab, Arab Saudi memutuskan mengirim minyak mentah ke pelanggan Asia menggunakan metode pengalihan dari kapal ke kapal dekat Sohar, pelabuhan Oman.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun turun 7 bps ke level bawah 5 persen tepatnya 4,93 persen. Di sisi lain, saham sektor teknologi berkapitalisasi besar kompak mencatat penguatan. Di antaranya Nvidia surplus 2,54 persen, Amazon naik 2,13 persen, Qualcomm menguat 2,09 persen, Intel melejit 7,67 persen, dan Microsoft melesat 1,52 persen.
Penguatan indeks bursa Wall Street, lonjakan harga beberapa komoditas seperti crude palm oil (CPO), nikel, timah, emas, tembaga, dan aksi beli investor asing diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Rebalancing indeks FTSE dan GDX, GDXJ berpeluang menjadi tambahan katalis untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Jadi, IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 6.410-6.360, dan resistance 6.515-6.565. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Mitra Adiperkasa (MAPI), Erajaya (ERAA), Alamtri (ADRO), Petrindo Jaya (CUAN), London Sumatera (LSIP), dan Bukit Asam (PTBA). (*)
Related News
10 Orang Terkaya RI Terbaru, Prajogo Nomor Satu, Ada Nama H Isam?
Jumat Pagi Ceria, IHSG Dibuka Menghijau 0,73% Tembus Tembok 6.500
IHSG Rebound 0,40 Persen, Pasar Kini Cermati FTSE dan BYAN
DPR Kaji Batas Defisit APBN lebih 3 Persen, Simak Implikasinya
Usai Proyek LNG, RI Jajaki Bangun Pabrik Pulp di Kanada
IHSG Masih Volatil 3 Bulan Ke Depan, Mengapa?





