EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup menguat. Itu ditopang saham produsen semikonduktor, seiring sikap investor mengabaikan perkembangan konflik geopolitik Timur Tengah, dan lebih fokus pada laporan kinerja keuangan emiten.

3M mencatat penguatan hingga 7,32 persen setelah melaporkan laba bersih kuartal kedua lebih baik dari ekspektasi. Hal serupa juga dialami General Motor dengan lonjakan saham 4,91 persen setelah merilis pendapatan, dan laba bersih kuartal II 2026 lebih baik dari perkiraan.

Musim laporan keuangan kuartal II 2026 dimulai dengan capaian sangat positif. Berdasar data FactSet, 66 emiten konstituen S&P500 telah merilis kinerja, sekitar 88 persen mencatat laba bersih lebih baik dari proyeksi. Saham produsen semikonduktor menjadi penopang indeks. Micron Technology surplus 12,17 persen, Intel naik 8,64 persen, Marvell Technology melejit 6,68 persen, dan Astera Lab melesat 3,46 persen.

Penguatan indeks bursa Wall Street, harga mayoritas komoditas, aksi beli investor asing berlanjut, dan apresiasi rupiah diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Sementara itu, investor mencermati keputusan Bank Indonesia mengena suku bunga acuan berdasar konsensus akan naik 25 bps menjadi 6 persen.

So, IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 6.245-6.150, dan resistance 6.435-6.530. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Surya Semesta (SSIA), PGN (PGAS), Merdeka (MBMA),  Antam (ANTM), Indosat (ISAT), dan Energi (ENRG). (*)