IHSG Konsisten Menguat, Borong Saham TINS, BMRI, BBCA, dan AKRA
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Mayoritas indeks utama Wall Street kemarin ditutup melemah. Itu terjadi setelah aksi jual besar-besaran saham-saham teknologi membayangi musim laporan keuangan yang sejatinya mencatat hasil solid. Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor usai Taiwan Semiconductor Manufacturing Co menaikkan proyeksi capex tahun ini menjadi USD60-64 miliar.
Aksi jual menyebar ke seluruh sektor chip, dengan ETF semikonduktor VanEck Semiconductor merosot hampir 4 persen. Saham Arm Holdings turun lebih dari 5 persen, sementara saham Micron Technology dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing terkoreksi lebih dari 5 persen.
Tekanan juga dirasakan oleh saham-saham teknologi besar. Alphabet merosot lebih dari 4 persen setelah menunda peluncuran model kecerdasan buatan, Gemini 3.5 Pro. Saham Meta Platforms, Nvidia, dan Amazon juga ditutup di zona merah. Perosotan mayoritas indeks Wall Street diramal dapat menjadi katalis negatif pasar.
Sementara itu, aksi net buy asing, penguatan beberapa harga komoditas global berpotensi menjadi katalis positif untuk pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan. Sepanjang perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, IHSG akan menyusuri area support 6.024-5.949, dan resistance 6.180-6.254.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan investor mengoleksi saham Timah (TINS), Bank Mandiri (BMRI), Bank BCA (BBCA), Unilever Indonesia (UNVR), AKR Corporindo (AKRA), dan Alamtri Resources (ADRO). (*)
Related News
Asing Kembali Borong Big Banks, Begini Arah IHSG Selanjutnya
IHSG Loyo di Penutupan Sesi I (2/9), Turun 0,28 Persen ke 6.581
Bursa Pagi Hijau Ditopang Foreign Inflow Rp1,76 Triliun, Menguat 0,39%
IHSG Diprediksi Menguat Lagi, BRI Sekuritas Sarankan Jual Saham Ini!
AS-Iran Memanas, IHSG Konsisten Menguat
BPK Minta Data LPG 3 Kg Dipercepat, Pasokan BBM Diperketat





