IHSG Konsolidatif, Jala Saham INDF, AMRT, MAPI, PGEO, dan JPFA
:
0
Suasana Main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,22 persen menjadi 6.971 setelah sempat bergerak sideways. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI membentuk golden cross area oversold. Namun, pembentukan histogram negatif MACD masih berlanjut meski dengan laju mulai melemah.
Oleh sebab itu, sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 5 Mei 2026, IHSG diperkirakan berkonsolidasi di kisaran level 6.900-7.100. Indeks PMI Manufacturing Indonesia memasuki area kontraksi April 2026 ke level 49.1 dari Maret 2026 di posisi 50.1. Itu level terendah sejak Juni 2025.
Penurunan itu, disinyalir sebagai dampak konflik Timur Tengah berkepanjangan. Sementara itu, surplus neraca perdagangan juga mengalami koreksi menjadi USD3,32 miliar dibanding Maret 2025 dengan USD4,33 miliar, akibat penurunan ekspor 3,1 persen YoY, dan impor menanjak 1,51 persen YoY.
Meski surplus tersebut membaik dibanding surplus Februari 2026 sebesar USD1,28 miliar, kendati di bawah estimasi USD4,2 miliar. Inflasi tahunan melambat di level 2,4 persen YoY pada April 2026 dari Maret 2026 di level 3,48 persen YoY, merupakan level terendah sejak Agustus 2025.
Penurunan itu, terutama karena perlambatan kenaikan harga pangan, dan perumahan. Selanjutnya, investor akan menanti data product domestic bruto (PDB) kuartal I 2026 diperkirakan kontraksi 0,7 persen QoQ dari kwartaal IV 2025 tumbuh 0,86 persen, dan tumbuh 5,6 persen YoY dari kuartal IV 2025 di level 5,39 persen YoY.
Sementara itu, Pemerintah akan segera memberlakukan bea keluar, dan windfall tax untuk komoditas nikel dalam menutup biaya subsidi BBM. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Indofood (INDF), Mitra Adiperkasa (MAPI), Alfamart (AMRT), Pertamina Energy (PGEO), dan Japfa (JPFA). (*)
Related News
Kemenperin Siapkan Insentif Bentengi Industri Dari Gejolak Geopolitik
Dibuka Loyo, IHSG Pagi bergerak Volatil
Konflik Memanas, Laju IHSG Tersendat
IHSG Rapuh, IPOT Sarankan Fokus Trading Saham Nikel dan CPO
Perlahan Bangkit, Indeks Bakal Uji 7.119-7.224
Sempat Anjlok, IHSG Berhasil Bangkit di Akhir Perdagangan





