EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali ditutup bervariasi mayoritas menguat. Laporan kinerja keuangan beberapa emiten kuartal III 2026 lebih baik dibanding ekspektasi, dan harga minyak mentah turun berhasil menjadi sentimen positif pasar.

Di sisi lain, koreksi saham emiten teknologi berbasis AI menjadi katalis negatif, dan membuat Nasdaq berakhir di zona merah. Saham produsen alat industrial dan keselamatan 3M ditutup menguat signifikan 5,78 persen setelah melaporkan laba bersih kuartal III 2026 lebih baik dari perkiraan, dan menaikkan panduan kinerja sepanjang tahun ini.

Emiten lainnya Northrop Grumman juga naik hingga 4,57 persen usai merilis kinerja keuangan lebih baik dari ekspektasi. Sementara itu, harga minyak mentah kompak ditutup melemah seiring adanya harapan penyelesain konflik melalui jalur diplomasi. Minyak mentah jenis WTI susut 1,8 persen menjadi USD101,79 per barel, dang Brent turun 0,7 persen menjadi USD108,79 per barel.

Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, meredanya kekhawatiran investor soal MSCI, dan lonjakan harga beberapa komoditas diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Arus jual investor asing berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.170-5.060, dan resist 5.390-5.495. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Wismilak (WIIM), HM Sampoerna (HMSP), Medco (MEDC), Pakuwon Jati (PWON), Antam (ANTM), dan Erajaya (ERAA). (*)