IHSG Makin Tersudut, Harga Minyak Melambung
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup melemah. Itu sekaligus mematahkan tren kenaikan S&P500 selama sembilan hari beruntun. Koreksi indeks itu dipicu lonjakan harga minyak mentah, dan imbal hasil obligasi pemerintah di tengah kekhawatiran investor konflik Timur Tengah akan membuat inflasi tetap tinggi.
Harga minyak mentah baik jenis WTI melejit 2,41 persen, dan Brent mencatat kenaikan 1,89 persen. Itu setelah Amerika Serikat (AS), dan Iran meluncurkan serangan militer baru. Dalam postingan di media sosial pada Selasa malam, angkatan bersenjata Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara aktif untuk mencegah serangan terarah dari musuh.
AS melalui pusat komando militer juga mengeluarkan pernyataan kalau angkatan bersenjata Amerika berhasil menangkis rudal balistik, drone Iran, dan melancarkan serangan ke pulau Qeshm sebagai tanggapan atas serangan Iran di seluruh kawasan Timur Tengah.
Pelemahan indeks bursa Wall Street seiring lompatan harga minyak mentah, dan imbal hasil obligasi diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, aksi jual masif investor asing, dan depresiasi nilai tukar rupiah mendekati level Rp18 ribu berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahan. Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 4 Juni 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 5.840-5.740, dan resistance 6.040-6.145. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham MAPI, BREN, TLKM, ISAT, TINS, dan MYOR sebagai bahan koleksi. (*)
Related News
Asing Net Sell Rp1,25T di Akhir Pekan, Ini Deretan Top Buy & Top Sell!
Jajaran 10 Top Losers Sepekan, Ada JELI hingga RANS
10 Top Gainers Sepekan, Pantau Daftarnya!
IHSG Sepekan, Menguat Tipis 0,34 Persen
Ekspansi Global, Samsung Buka Lowongan 12 Ribu Karyawan
Airlangga Pamer Potensi Untung Investasi 70 Persen ke Pengusaha China





