EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah sebesar 0,68% ke level 7.623 pada penutupan perdagangan Rabu (15/4/2026). Pelemahan itu terjadi seiring meningkatnya tekanan jual di pasar.

Senior Technical Analyst, M Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan indeks dinilai masih berada dalam fase koreksi wajar dan belum mengindikasikan perubahan tren secara keseluruhan.

Secara teknikal, Nafan memperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A atau wave B. Kondisi ini membuka peluang bagi IHSG untuk kembali menguat dalam jangka pendek.

Namun demikian, potensi penguatan tersebut dinilai terbatas atau limited upside, mengingat tekanan eksternal dan internal yang masih membayangi pergerakan pasar. Area resistance terdekat berada di level 7.779 dan 7.847 yang berpotensi menjadi titik penahan laju kenaikan IHSG.

Di sisi lain, pelaku pasar diminta mencermati area koreksi terdekat, sebab jika tekanan jual berlanjut dan indeks menembus level support di 7.590, maka potensi pelemahan lanjutan menuju 7.482 terbuka.

"Dari sisi aliran dana, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih yang signifikan. Dalam satu hari perdagangan, tercatat net foreign sell sebesar Rp1,23 triliun, sementara secara year to date telah mencapai Rp31,46 triliun. Kondisi ini mencerminkan masih terbatasnya minat investor global terhadap pasar saham domestik," ujar Nafan.

Ia juga menyebut, faktor eksternal turut memengaruhi pergerakan IHSG, di antaranya terkait perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang diharapkan dapat meredakan ketidakpastian geopolitik. Sementara itu, harga minyak dunia masih berfluktuasi meskipun telah memasuki di bawah level psikologis USD100 per barel, dengan perhatian pasar tertuju pada jalur distribusi di Selat Hormuz.

"Dari dalam negeri, nilai tukar rupiah masih tertahan di level psikologis yang cukup berat, berkisar Rp17.143 per dolar AS. Hal ini menjadi sentimen negatif utama yang menahan minat beli agresif para pelaku pasar,"

Di sisi lain, dalam riset MNC Sekuritas, sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati pada perdagangan hari ini, Kamis (16/4/2026) seperti:

ANTM - Spec Buy
ANTM menguat 1,03% ke 3,940 namun disertai dengan munculnya volume penjualan, pergerakannya pun belum mampu menembus MA60. Kami memperkirakan, posisi ANTM saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C.
Spec Buy: 3,810-3,930
Target Price: 4,070, 4,270
Stoploss: below 3,780

HRUM - Buy on Weakness
HRUM menguat 0,97% ke 1,040 namun pergerakannya disertai dengan munculnya tekanan jual. Kami memperkirakan, posisi HRUM saat ini sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c) dari wave [d].
Buy on Weakness: 1,015-1,035
Target Price: 1,115, 1,150
Stoploss: below 1,010

NCKL - Buy on Weakness
NCKL menguat 2,68% ke 1,150 namun masih didominasi oleh tekanan jual, namun penutupannya berada di bawah MA20. Kami memperkirakan, posisi NCKL saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C dari wave (B).
Buy on Weakness: 1,120-1,145
Target Price: 1,215, 1,245
Stoploss: below 1,100

PGAS - Buy on Weakness
PGAS menguat 2,71% ke 1,895 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA20. Kami memperkirakan, posisi PGAS saat ini sedang berada pada bagian dari wave A dari wave (B).
Buy on Weakness: 1,855-1,895
Target Price: 1,965, 1,995
Stoploss: below 1,835