IHSG Mendadak Jebol ke 4.910 Dekati 3,6% Penurunan, Ada Apa?
:
0
IHSG merah menyorot. Foto: Dok IDX.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada intraday perdagangan Selasa, 3 November 2026. Setelah dibuka menguat di 5.126, indeks langsung berbalik arah dan longsor dekati level psikologis 4.900.
Data RTI Business pukul 14.03 WIB mencatat IHSG di posisi 4.930,188, terkoreksi 166,642 poin atau 3,27%.
Pada intraday, IHSG sempat menyentuh puncak 5.143,582 sebelum jatuh ke titik terendah 4.910,310. Transaksi membengkak, volume 17,56 miliar saham, nilai Rp6,9 triliun, frekuensi 980 ribu kali. Hanya 70 saham naik melawan 581 saham yang turun.
Dari sisi teknikal, Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata melihat adanya positive divergence pada indikator RSI yang mengindikasikan momentum beli mulai masuk meski harga masih turun.
Potensi pantulan ada, namun risiko masih tinggi dengan target pelemahan terbatas (bottom) ke area 4.850.
Terkait strategi, Liza mengatakan, "At best, it's still pretty much a speculative buy — alias uji nyali! Itupun using only maximum 20-25% of your trading money," pada Selasa (3/11/2026).
Senada, Sinarmas Sekuritas menilai IHSG masih dalam tren bearish setelah breakdown strong support 4.980.
Jebolnya level tersebut membuka peluang pelemahan lanjutan dengan menguji support 4.820 dan selanjutnya 4.754. Untuk rebound, resistance terdekat berada di 5.073 dan 5.185.
Sentimen Pemberat Pasar
BRI Danareksa Sekuritas turut mencatat koreksi hari ini dipicu kombinasi tekanan asing dan sentimen global.
Related News
IHSG Rontok ke 4.904, 624 Saham Anjlok, TMPO Malah Naik Paling Tinggi
Jeda Siang, IHSG Sesi I (3/11) Berbalik Arah dan Anjlok 2,62% ke 4.963
Lanjutkan Penguatan, IHSG Dibuka Naik 0,62% ke Level 5.128
Produksi Jagung Anjlok, Emiten Pakan Perlu Waspada
Wall Street Jeblok, IHSG Lanjut Menguat
Pertamina Buka Kanal Pengumpulan Jelantah untuk Bahan Bakar





