IHSG Menguat Terbatas, Serok Saham ANTM, ISAT, MYOR, dan HMSP
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Mayoritas indeks utama Wall Street kemarin ditutup menguat. Itu didorong reli saham-saham big tech setelah data terbaru menunjukkan tekanan inflasi Amerika Serikat (AS) terus mereda. Kondis itu, mendongkrak konfidensi, dan optimisme investor terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.
Pelaku pasar terlihat mengalihkan dana dari saham semikonduktor ke saham-saham big tech. Apple memimpin penguatan dengan lonjakan 4 persen, dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Amazon, Alphabet, dan Microsoft masing-masing naik sekitar 3 persen.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Produsen (PPI) Juni 2026 turun secara bulanan, berlawanan dengan perkiraan pasar. Bersama data inflasi konsumen (CPI) rilis sehari sebelumnya, kondisi ini memperkuat indikasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda.
Tekanan inflasi reda membuat pelaku pasar menilai Federal Reserve tidak lagi berada di bawah tekanan besar untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Penguatan mayoritas indeks Wall Street, dan lompatan beberapa harga komoditas global berpotensi menjadi katalis positif.
Namun, aksi net sell asing masih berlanjut, dan nilai tukar rupiah cukup tertekan diprediksi menjadi katalis negatif untuk pasar. IHSG untuk hari ini, Kamis, 16 Juli 2026 diperkirakan bergerak bervariatif cenderung menguat terbatas dengan support 5.941-5.839, dan resistance 6.143-6.239.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Aneka Tambang alias Antam (ANTM), XLSmart (EXCL), Indosat Ooredoo (ISAT), London Sumatera (LSIP), Mayora Indah (MYOR), dan HM Sampoerna (HMSP) sebagai jujukan investasi dan koleksi. (*)
Related News
Prediksi IHSG, Potensi Menguat Karena Sentimen Ini
ULN Naik, IHSG Konsolidatif
Manulife Indonesia Dorong Nasabah Kelola Kekayaan Lebih Bermakna
IHSG Naik Tipis 0,04 Persen, RANS Rajai Volume Transaksi
Price Impact Ratio, Jawaban atas Catatan MSCI?
IHSG Sesi I (15/7) Teguh di Atas Level 6.000, 9 Sektor Bantu Penguatan





