IHSG Ngebut 2 Persen di 7.453, Sambut IPO Perdana 2026
Potret papan monitor perdagangan indeks komposit pada Jumat (10/4/2026). Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,53 persen ke level 7.346,49 atau naik 38,90 poin, melanjutkan tren rebound IHSG dalam dua hari terakhir setelah sebelumnya melonjak lebih dari 4 persen.
Pada awal perdagangan, sebanyak 272 saham menguat, 58 melemah, dan 285 stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp150,38 miliar dengan volume 215,97 juta saham dalam 26.872 kali transaksi. Kapitalisasi pasar naik menjadi Rp12.993 triliun.
27 menit berselang, IHSG terpantau terangkat naik hingga menyentuh 2 persen setara 146,26 poin di level 7.453,85.
Namun, penguatan ini masih dibayangi tekanan eksternal seperti aksi jual bersih (outflow) investor asing tercatat sekitar Rp1,74 triliun, terutama pada saham perbankan besar seperti Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan Bank Mandiri Tbk (BMRI). Di saat yang sama, nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp17.090 per dolar AS.
Adapun, sentimen IPO perdana di 2026 juga ikut menyemarakkan dan menjadi pemanis IHSG di hari ini. BSA Logistics (WBSA) meluncur naik 34,52 persen setara 58 poin di Rp226 serta memuncaki top gainers harian.
Menurut riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia pada Jumat (10/4), reli IHSG saat ini masih tergolong rapuh dan cenderung bersifat jangka pendek, dengan ketergantungan tinggi pada sentimen global.
Secara teknikal, Mirae Asset menilai IHSG berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan terbatas. Level support berada di 7.222 dan 7.117, sementara resistance di 7.400 dan 7.482.
Di tengah kondisi tersebut, Mirae Asset merekomendasikan beberapa saham dengan potensi kenaikan. Saham Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dinilai memiliki potensi menuju target harga 10.650 hingga 11.075 dengan area support di 9.925.
Sementara Vale Indonesia Tbk (INCO) berpeluang menguat ke kisaran 6.250 hingga 7.450 dengan support di 5.725.
Adapun, Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) diproyeksikan menuju target 1.315 hingga 1.430 dengan area support di 1.215.
Related News
Menkeu Bertemu GAIKINDO Bahas Dukungan Bagi Industri Otomotif
Kemenperin Soroti Peredaran Truk Impor Yang Tak Penuhi Emisi Euro 4
Ikuti Jejak Wall Street, IHSG Lanjut Menguat
Aksi Jual Merebak, IHSG Potensial Jalani Koreksi
IHSG Rawan Koreksi, Jala Saham RAJA, BUMI, EXCL, dan MINA
BSN Tingkatkan Literasi Keuangan Digital Kalangan Mahasiswa





