EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada awal perdagangan Selasa (9/6/2026). Berdasarkan data RTI Business pukul 09.01 WIB, IHSG melesat 1,39% atau 74,126 poin ke level 5.416,263.

IHSG dibuka di posisi 5.344,688 dan langsung bergerak naik hingga menyentuh level tertinggi 5.416,264. Level terendah pagi ini sama dengan pembukaan di 5.344,688.

Penguatan pagi ini terjadi setelah IHSG terkoreksi tajam dua hari beruntun di 4 persen dan koreksi dalam 4 hari terakhir. 

Head of Research Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto mengatakan tekanan global masih dominan.

"Tekanan global tetap dominan, terutama konflik AS–Iran yang mendorong harga minyak lebih tinggi dan menguatkan ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama," ujarnya.

Ia menambahkan Indonesia juga masih perlu memperkuat komunikasi kebijakan.

"Di saat yang sama, Indonesia juga masih perlu memperkuat komunikasi kebijakan untuk mengurangi risk premium yang sudah naik signifikan, yang pada gilirannya dapat terus menekan valuasi IHSG ke depan," kata Rully.

Secara teknikal, tim riset Mirae menyebut IHSG dalam kondisi extremely oversold despite a downtrend dengan support 5.318 dan 5.178 serta resistance 5.491 dan 5.733.

Penguatan indeks ditopang aksi beli yang dominan. Sebanyak 291 saham menguat, 159 saham melemah, dan 223 saham stagnan. Volume transaksi tercatat 968,233 juta saham dengan nilai turnover Rp859,580 miliar dan frekuensi 61.939 kali.

Asing kemarin mencatat net sell Rp447,06 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing antara lain TPIA, BUMI, dan BBNI. Sementara yang paling banyak dijual BBCA, BBRI, dan TLKM.