EmitenNews.com -IHSG ditutup melemah ke level 7201 di Kamis (1/2). Secara teknikal, IHSG tertahan di resistance 7250 dan diikuti Stochastic RSI yang mengarah ke overbought area. Dengan demikian, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahannya, ujar Valdy Kurniawan Head Of Research Phintraco Sekuritas.
Dari eksternal, investor mengantisipasi rilis data Non Farm Payrolls di AS pada (2/2) yang diperkirakan meningkat sebesar 180,000. Selain itu, investor juga menantikan rilis data tingkat Unemployment Rate AS pada (2/2) yang diperkirakan sebesar 3.8% di Januari 2024.
Peningkatan proyeksi Unemployment Rate dari yang sebelumnya sebesar 3.7% di Desember 2023, mengindikasikan masih terdapat peluang the Fed untuk memangkas suku bunga acuan di rapat FOMC bulan Maret 2024. Hal ini diperkuat dengan probabilitas pemangkasan suku bunga di FOMC Maret sebesar 35.5% (CME FedWatch Tool).
Dari dalam negeri, rilis data inflasi Indonesia hari ini mencapai 0.04% MoM atau 2.57% YoY. Meskipun inflasi Indonesia berada di atas proyeksi pasar yang sebesar 2.55% YoY, inflasi Januari 2024 masih dalam kondisi stabil sebagaimana ditetapkan dalam asumsi makro APBN 2024 yakni terkendali di bawah 3%.
Sementara itu, inflasi inti tercatat turun menjadi 1.68% YoY atau terendah sejak Desember 2021. Meskipun demikian, penurunan inflasi inti tidak menggambarkan adanya penurunan daya beli. Terbukti, melalui Indeks Keyakinan Konsumen yang terjaga di atas 100 yakni sebesar 123.8 di Desember 2023.
"Top picks di Jumat (2/2) meliputi EMTK, ESSA, EXCL, ISAT, ENRG, dan BTPS," tutup Valdy.
Related News
IHSG Terkoreksi Usai Reli Imlek, Sektor Teknologi Jadi Penekan
Reli Terhenti, IHSG Sesi I Malah Tergelincir ke 8.289
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi H-3, Rabu 18 Maret
Pemerintah Catatkan Tambahan Dua Obligasi Negara ke BEI
Ikuti Jejak Wall Street, IHSG Lanjut Menguat
Perkasa, IHSG Siap Jebol Level 8.400





