EmitenNews.com - Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan resmi melakukan pencatatan tambahan (reopening) untuk dua seri Surat Utang Negara (SUN) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini dilakukan melalui mekanisme private placement dengan total nilai emisi baru mencapai Rp750 miliar.

Berdasarkan pengumuman resminya disebutkan, kedua seri tersebut mulai dicatatkan secara resmi pada Kamis, 19 Februari 2026. Adapun dua seri yang mengalami penambahan nilai emisi tersebut adalah seri FR0076 dan FR0089.

Seri FR0076 mencatatkan nilai emisi tambahan sebesar Rp250.000 juta (Rp250 miliar). Obligasi yang pertama kali diterbitkan pada 22 September 2017 ini dijadwalkan akan jatuh tempo pada 15 Mei 2048. Dengan penambahan ini, total nilai seri FR0076 kini mencapai Rp99.991.833 juta.

Sementara itu, seri FR0089 mencatatkan nilai emisi tambahan yang lebih besar, yakni Rp500.000 juta (Rp500 miliar). Seri ini memiliki tanggal jatuh tempo pada 15 Agustus 2051, dengan akumulasi nilai total pasca-pencatatan mencapai Rp101.175.194 juta.

Penerbitan ini merujuk pada hasil kesepakatan private placement yang telah dilakukan pada 13 Februari 2026. Pencatatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengelola pembiayaan negara serta memenuhi kebutuhan investasi bagi pelaku pasar tertentu melalui instrumen surat berharga negara yang aman dan terjamin.(*)