ULN Indonesia Triwulan IV 2025 Bertambah USD4,1 Miliar
Posisi ULN Indonesia pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 431,7 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi ULN pada triwulan III 2025 sebesar 427,6 miliar dolar AS.
EmitenNews.com - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2025 tetap terjaga. Posisi ULN Indonesia pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 431,7 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi ULN pada triwulan III 2025 sebesar 427,6 miliar dolar AS.
Direktur Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menyebutkan perkembangan posisi ULN triwulan IV 2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik.
Berdasarkan data terbaru BI posisi ULN pemerintah pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 214,3 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan posisi triwulan III 2025 sebesar 210,1 miliar dolar AS.
"Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," jelas Ramdan.
Sebagai salah satu instrumen dalam pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.
Penggunaan ULN pemerintah difokuskan untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,1% dari total ULN pemerintah), Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (19,8%), Jasa Pendidikan (16,2%), Konstruksi (11,7%), serta Transportasi dan Pergudangan (8,6%). Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.(*)
Related News
ULN Swasta Turun, Utang Jangka Panjang Masih Mendominasi
Rupiah Rabu Pagi Dibuka Melemah 37 Poin
Harga Emas Antam Turun Lagi Rp40.000 Per Gram
Dukung Pariwisata, 2 Investor Asing Bangun Akomodasi di Lombok Tengah
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp22.000 Per Gram
SERAMBI 2026, BI Siapkan Rp185,6 Triliun Kondisi Layak Edar





