Dolar AS Menguat di Atas 101, Pasar Finansial RI Waspada
:
0
Uang dolar AS.( Foto: Doc)
EmitenNews.com - Indeks dolar Amerika Serikat bertahan di atas level 101 pada Rabu akibat lonjakan permintaan aset aman pascaserangan udara baru AS ke Iran yang memicu kewaspadaan pasar finansial Indonesia.
Eskalasi ketegangan di Timur Tengah ini meningkat menyusul serangan terbaru terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kondisi tersebut kini mengancam kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran yang bertujuan untuk mengakhiri konflik di wilayah itu. Dampaknya, harga minyak mentah dunia terdorong lebih tinggi, memicu kekhawatiran inflasi global, serta meningkatkan prospek kenaikan suku bunga acuan.
Bagi pasar domestik Indonesia, kombinasi penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia ini berpotensi memberikan tekanan tambahan pada nilai tukar Rupiah. Selain itu, situasi tersebut juga berisiko meningkatkan beban subsidi energi pemerintah. Para investor di dalam negeri saat ini bersiap mengantisipasi dampak rambatan dari ketidakpastian geopolitik global terhadap stabilitas moneter nasional.
Sementara itu, pelaku pasar global sedang menunggu rilis notulen pertemuan Federal Reserve atau The Fed bulan Juni untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter mendatang. Berdasarkan data Trading Economics, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September nanti naik menjadi 50 persen, dibandingkan posisi sehari sebelumnya sebesar 46 persen.
Di sisi lain, indikator ekonomi domestik AS justru menunjukkan performa kurang menggembirakan. Data yang dirilis pada Selasa memperlihatkan defisit perdagangan AS melebar menjadi USD 77,6 miliar pada bulan Mei, yang menjadi nilai defisit terbesar bagi perekonomian negara tersebut sejak Maret 2025.
Related News
Bangkit Usai Suspensi BEI, BAIK Siapkan Agenda Untuk Paparan Publik
Pertahankan Predikat Maskapai Paling Tepat Waktu, Ini Kiat Pelita Air
Rupiah Menguat ke Rp17.627 per Dolar AS Pagi Ini
Harga Emas Antam Naik Rp31 Ribu Jelang Data Tenaga Kerja AS
Nilai Tukar Rupiah Diramal Bakal Menguat Hari Ini (4/9), Apa Pemicunya
Lonjakan Yield Obligasi Jepang Picu Kekhawatiran Carry Trade Yen





