IHSG Rawan Koreksi, Perhatikan Sektor Energi, Konsumer dan Healthcare
EmitenNews.com—Pada perdagangan Jumat (07/10), Bursa saham Wallstreet ditutup melemah tajam diatas 2% setelah rilis data tenaga kerja AS yang masih tumbuh solid membuka ruang bagi The Fed untuk kembali melakukan pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikkan suku bunga.
Bursa saham Asia mayoritas ditutup kompak melemah, pelaku pasar menanti rilis data tenaga kerja AS. Harga minyak mentah dunia menguat tajam menjelang pemberlakuan embargo negara Uni Eropa terhadap minyak Rusia.
Analis Bahana Sekuritas Dimas Wahyu mengatakan, IHSG ditutup melemah pada perdagangan Jumat (07/10), para pelaku pasar melakukan wait and see mencermati data tenaga kerja AS. Diperkirakan hari ini Senin (10/10) IHSG berpotensi melemah dengan range 6925-7160, saham sektoral yang dapat diperhatikan Energi, Konsumer, dan Healthcare.
PGAS terbentuk Hammer berpotensi terjadinya Rebound. Area beli terbaik pada range 1750-1775. Stoploss jika Closing di bawah level 1740.
NETV terbentuk Bullish Engulfing berpotensi terjadinya Rebound. Area beli terbaik pada range 240-260. Stoploss jika Closing di bawah level 230.
SRTG dalam fase Riding berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada 2800-2850. Stoploss jika Closing di bawah level 2750.
MDKA terbentuk Doji berpotensi terjadinya Rebound. Area beli terbaik pada range 3850-3900. Stoploss jika Closing di bawah level 3800.
AGRO terbentuk Spinning Top berpotensi terjadinya koreksi minor. Area beli terbaik pada range 590-620. Stoploss jika Closing di bawah level 580.
Related News
10 Sektor Jadi Pendorong, IHSG Awal Pekan Tancap Gas ke 8.859,19
3 Emiten Asuransi Paling Terdampak POJK 23, Bakal Aksi Korporasi Baru?
Perkuat Strategi, Manulife Indonesia Gelar Mega Kick Off 2026
18 dari 19 Emiten Saham Asuransi Kompak Ngegas Hari Ini, Ada Apa?
Pupuk Kaltim Klaim Produksinya di 2025 Lampaui Target
Tambang Menggeliat, IHSG Tembus 8.804,84 di Sesi I





