EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (1/4/2026) dengan penguatan kencang, pasar menyambut optimis meski masih dibayangi tekanan eksternal dan aksi jual investor asing.

Pada pembukaan, IHSG melonjak 1,45 persen atau 101,89 poin ke level 7.150,45. Dalam 15 menit pertama, indeks kian menguat 1,91 persen ke posisi 7.182,80.

Penguatan ini ditopang mayoritas saham yang bergerak di zona hijau, dengan 355 saham naik, 68 saham turun, dan 535 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp358,5 miliar dengan volume 472,1 juta saham dari 28.280 kali transaksi. Kapitalisasi pasar turut naik menjadi Rp12.575 triliun.

Meski rebound, riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia (1/4/2026) menilai kondisi pasar domestik masih berada dalam fase distribusi. Tekanan jual asing masih dominan, terutama pada saham perbankan besar seperti BBRI dan BBNI, serta sejumlah saham komoditas.

Dalam laporan risetnya, analis Rully Arya Wisnubroto menyebutkan bahwa reli jangka pendek cenderung dimanfaatkan sebagai momentum jual (sell on strength), seiring masih tingginya ketidakpastian global dan arus keluar dana asing.

Dari sisi teknikal, IHSG diperkirakan bergerak mixed to higher dengan level support di 7.005 dan 6.892, serta resistance di 7.117 dan 7.257. Posisi indeks yang sudah menembus resistance awal membuka peluang penguatan lanjutan, namun tetap rawan profit taking.

Sejumlah saham yang direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas secara teknikal antara lain:

Saratoga Investama Sedaya (SRTG): target price Rp1.795–Rp1.860, support Rp1.710–Rp1.670

Timah (TINS): target price Rp3.410–Rp4.080, support Rp3.240–Rp3.050

Ultra Jaya Milk (ULTJ): target price Rp1.550–Rp1.665, support Rp1.500–Rp1.475