IHSG Rontok 1,27 Persen ke 7.446 di Sesi I, 10 Sektor Anjlok
:
0
Main Hall Arena Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: IDX.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan sesi pertama, Kamis (23/4/2026), setelah sempat dibuka menguat di awal sesi sekitar 0,39 persen.
Mengacu data Bursa Efek Indonesia, IHSG terjun 1,27 persen atau turun 96 poin ke level 7.445,96 pada akhir sesi I.
Pelemahan IHSG sejalan dengan tekanan di bursa Asia, dipicu ketidakpastian negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung.
Menelisik sektoral, 10 dari 11 indeks sektoral berada di zona merah. Penurunan terdalam terjadi pada IDX Industrial yang turun 2,42 persen, diikuti IDX Basic 1,96 persen, IDX Cyclical 1,77 persen, IDX Techno 1,50 persen, IDX Infra 1,15 persen, IDX Energy 1,11 persen, IDX Health 0,92 persen, IDX Property 0,64 persen, IDX Finance 0,60 persen, dan IDX Non-Cyclical 0,12 persen. Sementara itu, IDX Transportation menjadi satu-satunya sektor yang menguat 2,77 persen.
Tekanan utama datang dari PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 8,51 persen ke Rp4.940 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 4,38 persen ke Rp2.400. Pelemahan juga terjadi pada PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 3,98 persen ke Rp2.170.
Sebaliknya, saham penguat dipimpin oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang naik 8,46 persen ke Rp2.050, diikuti PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menguat 8,31 persen ke Rp4.170, serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) naik 3,53 persen ke Rp1.465.
Related News
Bahlil Ungkap Penyebab SPBU Swasta Kehabisan BBM: Aturan dan Pasokan
SpaceX Jeblok, Investor Ritel Korea Ramai-Ramai Pindah ke Saham Chip
Tindak Kasus Kekerasan Penarikan Mobil TAFS di Serang, OJK Minta ini
Gas Perdana Lapangan Karamba Kaltim Siap Pasok Kilang Balikpapan
PLTP Dieng Unit 2 Bakal Tambah 55 MW Listrik Bersih untuk Jawa-Bali
Telisik Daftar Negara Emerging Market, Ada Indonesia hingga Brasil





